Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bansos Beras 450.000 Ton Tersalur 100 Persen

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan sasaran penerima Bansos Beras yang besar. Penerima bantuan di Jawa Tengah tercatat mencapai 1.560.744 KPM dengan total beras sebesar 70.233 ton.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 November 2020  |  12:04 WIB
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog telah merampungkan penugasan dari Kementerian Sosial untuk meenyalurkaan beras Program Bansos Beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Penyaluran beras pun berhasil disalurkan tepat waktu sesuai tenggat yang diberikan yakni 31 Oktober 2020. 

“Sebanyak 450.000 ton beras telah disalurkan kepada 10 juta KPM Program Keluarga Harapan dengan kerja sama yang sangat baik, lancar dan terkoordinasi dengan baik,” kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso dikutip dari keterangan resmi, Rabu (4/11/2020) ketika menghadiri acara pelepasan paket bantuan terakhir di Kendal, Jawa Tengah.

Budi Waseso menjelaskan keluarga penerima bantuan menerima 15 kg beras per bulan selama Agustus-Oktober 2020 dengan kualitas medium yang berasal dari cadangan beras peemrintah (CBP) yang tersebar di gudang-gudang Bulog.

Adapun, rata-rata penyaluran harian mencapai 3.900 ton yang dilakukan oleh transporter dari PT DNR dan PT BGR Logistic.

Selain mendapat tugas penyaluran Bansos Beras, Perum Bulog juga menerima penugasan Bantuan Presiden tersebut sejak April untuk 1,4 juta keluarga terdampak di Jabodetabek. Kemudian penugasan kedua berlangsung sejak Mei 2020 dan disalurkan kepada 1,85 juta keluarga terdampak di Jabodetabek.

Budi Waseso menyebutkan, selain memberi manfaat bagi KPM, Program Bansos Beras juga menguntungkan bagi para petani yang masuk kelompok masyarakat terdampak Covid-19. Hal ini lataran karena beras yang dibeli Bulog berasal dari petani yang diserap sesuai amanah Inpres Nomor 5 Tahun 2015.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Juliari Batubara mengemukakan bahwa Bansos Beras turut membuka pasar bagi petani karena petani bisa menjual berasnya ke Bulog. Dengan demikian, kesejahteraan petani disebutnya bisa meningkat.

Lebih dari itu, proses penyaluran yang melibatkan berbagai pihak pun disebut Juliari menciptkan efek domino yang dirasakan para pekerja logistik dan pengusaha angkutan barang.

“Jadi Bansos Beras juga efektif menggerakkan perekonomian," katanya.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan sasaran penerima Bansos Beras yang besar. Penerima bantuan di Jawa Tengah tercatat mencapai 1.560.744 KPM dengan total beras sebesar 70.233 ton. Adapun penerima di Kabupaten Kendal berjumlah 39.719 KPM dengan volume beras sebanyak 1.787 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog bansos
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top