Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AP I Bocorkan Update Terbaru Holding Pariwisata dan Pendukung

Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ditargetkan penerbitan landasan hukumnya dapat selesai pada awal 2021.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  23:49 WIB
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menyampaikan saat ini proses perencanaan pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung telah mengalami kemajuan.

Adapun, proses tersebut telah sampai pada pembuatan strategi pengembangan bisnis lewat perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata.

Dalam hal ini AP I akan bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang ditargetkan penerbitan landasan hukumnya dapat selesai pada awal 2021.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyampaikan hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN tentang pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung melalui Surat Menteri BUMN Nomor S-761/MBU/09/2020 pada 23 September lalu.

Pembentukan holding BUMN ini merupakan salah satu program yang termasuk dalam lima prioritas Kementerian BUMN pada masa kepemimpinan Erick Thohir.

Faik membeberkan pada surat tersebut disebutkan sejumlah langkah untuk meningkatkan sinergi BUMN di sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN.

Dalam hal ini Kementerian BUMN akan melakukan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan berbagai inisiatif lintas sektor yang terintegrasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan.

"Saat ini untuk mendukung pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung, kami berperan aktif pada setiap proses perencanaan pembentukan holding hingga ke proses pembuatan strategi pengembangan bisnis holding seperti perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata," ujarnya, Jumat (30/10/2020).

Saat ini masing-masing pihak membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara.

Selain itu juga ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan. Tugasnya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang sehingga hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata.

Adapun tujuan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung tersebut yang telah diselaraskan dengan lima prioritas atau lima tujuan strategis Kementerian BUMN.

Kelima tujuan strategis itu adalah, pertama, mempercepat pengembangan ekonomi dan SDM yang inklusif yang meliputi mendorong usaha mitigasi dan pemulihan dampak Covid-19 yang terintegrasi, kemudian mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, serta mengembangkan kapasitas dan kapabilitas lintas sektor.

Kedua, pengembangan konektivitas nasional dan global yang meliputi koordinasi tunggal pengembangan masterplan lintas sektor juga memperkuat keunggulan kompetitif secara kolektif dengan integrasi rantai nilai untuk memperluas aksesibilitas dan konektivitas.

Ketiga, ekspansi bisnis dan pasar diantaranya memaksimalkan potensi kolaborasi dan ekspansi antar entitas, memperkuat posisi bisnis dan skala ekonomis, serta memperkuat keberlanjutan operasional dan keuangan entitas.

Keempat, keunggulan pelayanan dan operasional, diantaranya dengan meningkatkan keselamatan dan kemanan kegiatan operasional, Meningkatkan keunggulan pelayanan sepanjanh mata rantai portofolio, serta mengembangkan kelincahan organisasi untuk beradaptasi.

Terakhir, optimalisasi manajemen portofolio yang meliputi fokus pada pengembangan kapabilitas inti tiap entitas untuk memaksimalkan potensi penambahan nilai, efisiensi portofolio melalui merjer/ akuisisi/ divestasi antar entitas.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata BUMN holding bumn
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top