Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hari Sumpah Pemuda, Trinitan Ground Breaking Smelter Nikel di Palu

PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. (TMM) melakukan ground breaking pembangunan smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.
Direktur PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. Widodo Sucipto melakukan ground breaking pembangunan smelter nikel. /TMM
Direktur PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. Widodo Sucipto melakukan ground breaking pembangunan smelter nikel. /TMM

Bisnis.com, JAKARTA - PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. (TMM) melakukan ground breaking pembangunan smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Ground breaking ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara TMM dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) untuk membangun smelter nikel di atas lahan seluas 200 hektare, yang ditandatangani pada tanggal 16 September 2020.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan kehadiran smelter di Palu akan membuktikan bahwa pembangunan smelter tidak hanya bisa dilakukan di Morowali saja, asalkan pemerintah dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan fasilitasi-fasilitasi.

Menurutnya, investasi yang dilakukan TMM di KEK Palu ini memiliki manfaat besar karena TMM akan memprioritaskan lapangan kerja di smelter nikel milik mereka bagi para korban bencana di Palu.

“Kehadiran TMM di KEK Palu memberikan dampak yang luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi, untuk membangkitkan ekonomi, dan untuk perputaran ekonomi. InsyaAllah, dapat lebih mendorong semangat dari teman-teman [investor] lainnya untuk berinvestasi di berbagai bidang,” ujar Longki Djanggola melalui informasi tertulis, Rabu (28/10/2020)

Direktur TMM Widodo Sucipto menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu atas dukungan yang diberikan kepada TMM, sejak awal penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan BPST hingga berlangsungnya proses ground breaking.

Menurutnya, ground breaking yang dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan langkah konkret dan wujud komitmen TMM untuk membangun Palu bersama dengan KEK Palu. Setelah ground breaking, TMM akan melakukan land clearing yang dilanjutkan dengan pemindahan alat-alat yang berada di Polman (Polewali Mandar) ke KEK Palu.

“Secara paralel kami juga akan melakukan feasibility study dengan dua perusahaan raksasa Jepang yang akan rampung pada bulan Maret 2021, dan kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan DED [detailed engineer design],” ungkap Widodo Sucipto.

Dalam kesempatan tersebut, Widodo juga menyampaikan bahwa TMM akan bergandengan tangan erat dengan KEK Palu, serta melakukan kolaborasi dengan membentuk team planologi antara TMM dan KEK Palu.

Selain itu, TMM akan memindahkan pilot plant berteknologi Hidrometalurgi Step Temparature Acid Leach (STAL) dari kawasan Cileungsi, Jawa Barat ke KEK Palu, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa mini plant di mulut tambang yang hasilnya berupa konsentrat, dan akan diproses lebih lanjut di fasilitas main plant di KEK Palu dengan kapasitas hingga 5.000 ton nikel murni.

TMM adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi pemurnian mineral, pengelolaan limbah pertambangan dan pertambangan. Salah satu pengembangan yang sedang dilakukan oleh TMM adalah memanfaatkan teknologi STAL untuk proses pemurnian berlapis sehingga menghasilkan limbah padat yang sangat minim, penggunaan air dan energi minimal.

“Smelter nikel ini dalam pengoperasiannya kelak akan menggunakan teknologi STAL, yang merupakan solusi bagi pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah di Indonesia, dengan nilai investasi yang efisien, namun mampu menghasilkan nikel 99,96 persen (LME Grade), serta nikel sulfat (NiSO4) dan kobalt sulfat (CoSO4) battery grade,” ujar Widodo Sucipto.

Widodo Sucipto juga berjanji bahwa nantinya tidak akan ada limbah padat maupun cair yang terbuang, ataupun bahkan sampai merusak lingkungan alam dalam pengaplikasian teknologi Hidrometalurgi STAL.

“Kami harap upaya pembangunan smelter nikel yang dilakukan TMM ini dapat mendukung program hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah Indonesia, sekaligus mendorong perkembangan industri mobil listrik nasional,” kata Widodo Sucipto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper