Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Vaksin Covid-19 India Tambah Kapasitas 70 Persen

Salah satu perusahaan produsen vaksin Covid-1 di India, Cadila Healthcare Ltd. tengah memacu pengembangan vaksin untuk Covid-19 dan tengah berdiskusi dengan mitra potensial untuk meningkatkan kapasitas produksi jika kandidatnya lolos uji klinis pada manusia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  10:36 WIB
Cadila, yang juga memproduksi obat untuk penanganan Corona seperti remdesivir, menjadi salah satu dari beberapa perusahaan India yang tengah melakukan uji klinis vaksin.  - Cadila
Cadila, yang juga memproduksi obat untuk penanganan Corona seperti remdesivir, menjadi salah satu dari beberapa perusahaan India yang tengah melakukan uji klinis vaksin. - Cadila

Bisnis.com, JAKARTA – Cadila Healthcare Ltd., salah satu produsen vaksin Covid-19 di India memacu pengembangan vaksin Covid-19 dan tengah berdiskusi dengan mitra potensial untuk meningkatkan kapasitas produksi jika kandidatnya lolos uji klinis pada manusia.

Direktur Pelaksana Cadila Healthcare Ltd. Sharvil Patel mengatakan perusahaan tengah mencari mitra pabrikan agar bisa menambah kapasitas produksi 50 -70 juta dosis vaksin DNA plasmidnya. Tambahan dosis tersebut akan mendampingi 100 juta dosis yang sudah kapasitasnya sudah disiapkan.

Namun, perusahaan di Ahmedabad itu belum mau menyebutkan nama perusahaan yang diajak bekerja sama dan jumlah yang diinvestasikan Cadila untuk mengembangkan vaksin.

“Kami masih harus menunggu untuk uji klinis fase II. Vaksin kami juga sudah diminati dari egara lain dan kami akan melisensikannya untuk pasar dan negara lain sehingga kami dapat memiliki lebih banyak manufaktur di luar India,” lanjut Patel, dilasir Bloomberg, Selasa (27/10/2020).

Patel melanjutkan bahwa memperoleh dan memberikan vaksin yang aman adalah prioritas utama bagi Perdana Menteri Narendra Modi di negara dengan jumlah infeksi terbesar di dunia setelah AS itu.

Sementara, penelitian ilmiah Pemerintah India pekan lalu memperkirakan bahwa negara-negara di Asia Selatan telah melewati puncak infeksi dan mungkin bisa menahan penyebaran virus pada Februari tahun depan.

Kendati demikian, banyak yang mengkhawatirkan bakal ada lonjakan lebih lanjut karena musim festival dimulai menjelang musim dingin yang berpolusi di India Utara yang padat penduduk.

Cadila, yang juga memproduksi obat untuk penanganan Corona seperti remdesivir, menjadi salah satu dari beberapa perusahaan India yang tengah melakukan uji klinis vaksin.

Namun, berbeda dari yang lainnya, Cadilla menggunakan kandidat vaksin DNA yang tidak infeksius seperti vaksin lainnya yang menggunakan virus yang dilemahkan atau dinonaktifkan. Alih-alih, Cadila memperkenalkan sekuensing DNA yang mengkodekan antigen.

The Serum Institute of India Pvt., produsen vaksin terbesar di dunia juga tengah melakukan tes untuk kandidat yang dikembangkan oleh Universitas Oxford. Sedangkan Dr Reddy’s Laboratories Ltd. berencana mendistribusikan vaksin Rusia di India setelah melakukan uji coba pada manusia tahap akhir dan dalam proses pembuatan persetujuan regulasi.

Selain itu, baik Cadila dan Bharat Biotech International Ltd., produsen obat India lainnya yang mengembangkan vaksin aslinya sendiri, saat ini sedang melakukan tahap uji coba tahap kedua pada manusia.

Pada akhir November, Patel berharap dapat melihat data dari tes yang telah melibatkan lebih dari 1.000 orang.

“Jika hasilnya menjanjikan, Cadila akan mulai merekrut lebih dari 30.000 orang pada Desember untuk uji coba tahap akhir. Proses tersebut kemungkinan akan memakan waktu dua hingga tiga bulan dan diharapkan tidak ada banyak penundaan dari regulator India,” lanjut Patel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Vaksin Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top