Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BKPM: Investasi Tinggi Tak Sebanding dengan Pertumbuhan Ekonomi

Setelah dibedah, penyebabnya adalah biaya ekonomi Indonesia cukup tinggi. Kendala tersebut kini tengah dicari solusinya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:13 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot agar investasi di Indonesia terus meningkat. Tahun ini, meskipun ada pandemi Covid-19, jumlah penanam modal bahkan ditarget sebesar Rp817,2 triliun atau naik dari Rp792 triliun pada 2019.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa investasi memang terus naik. Akan tetapi ada satu masalah.

“Realisasi investasi tinggi itu tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata Bahlil melalui konferensi virtual, Jumat (23/10/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa setelah dibedah, penyebabnya adalah biaya ekonomi Indonesia cukup tinggi. Kendala tersebut kini tengah dicari solusinya.

“Ini salah satu yang dilakukan ke depan agar realisai investasi yang tinggi sebanding dengan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Total realisasi investasi Indonesia sampai September 2020 mencapai 611,6 triliun atau 74,8 persen dari target. Meski pandemi, penanaman modal masih bisa tumbuh meski 1,7 persen.

Bahlil menuturkan bahwa sebaran investasi mulai tersebar tidak lagi melulu di pulau Jawa. Dari total investasi sampai September, di luar Jawa sebesar Rp304,1 triliun atau 49,7 persen. Sedangkan Jawa Rp307,5 triliun atau 50,3 persen.

Dilihat dari pertumbuhannya, kucuran modal di luar Jawa naik 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu investasi sampai September sebesar Rp271,2 triliun.

Sementara di Jawa sebaliknya. Investasi turun 6,9 persen dari periode sebelumnya sebesar Rp330,2 triliun.

“Ini bagus karena ekspansi investor sudah ke luar Jawa. Tidak lagi di pulau Jawa saja,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top