Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelni Pede Kinerja Akhir Tahun Moncer, Ini Taktiknya

Pelni optimistis kinerja pada akhir tahun ini bisa lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi udara maupun kereta api.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  20:08 WIB
Pemudik menaiki kapal laut KM Dobonsolo yang akan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pemudik menaiki kapal laut KM Dobonsolo yang akan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni memproyeksikan masih dapat mengantongi laba hingga akhir tahun ini dan cenderung lebih baik kinerjanya dibandingkan dengan moda lainnya seperti kereta api dan pesawat dengan sejumlah pengaturan arus kas yang tepat.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menuturkan kinerja triwulan II/2020 memang cukup turun karena adanya Pandemi Covid-19 dan larangan mudik. Namun, mulai masuk triwulan III/2020 kinerjanya membaik dan adanya kenaikan penumpang.

"Kami memprediksi pada triwulan IV/2020 akan meningkat karena sebanyak 26 kapal penumpang akan beroperasi dan pelabuhan sudah mulai dibuka, sebanyak 65 pelabuhan dan 18 masih ditutup. Namun, penurunan jumlah penumpang yang saat ini mencapai hingga 70 persen dibandingkan tahun lalu belum dapat menutup terlalu banyak kinerja tahun ini sehingga keuntungan perusahaan masih minim," kata Yahya, Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan rencana lima tahunan perusahaan semestinya tahun ini Pelni sudah berhasil menggenggam pertumbuhan besar selama triwulan pertama tahun ini dibandingkan dengan pada tahun lalu tetapi dibuyarkan oleh pandemi dan masuk kembali kepada fase bertahan.

Pada Januari tahun ini Pelni berhasil mengalami kenaikan penumpang menjadi 533.237 orang dari sebelumnya periode yang sama tahun lalu sebanyak 452.396 orang. Berlanjut pada Februari sebanyak 326.679 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 270.070 orang.

Di luar itu, mengacu kepada aturan dari pemerintah, Pelni mendukung kebijakan pemerintah agar operasionalnya dapat berjalan sesuai dengan good corporate governance. Dia memerinci selama ini efisiensi biaya banyak dilakukan untuk bahan bakar yang memiliki porsi sebesar 60 persen dari total biaya operasional.

“Masih laba mudah-mudahan akhir tahun, tetapi enggak sebesar tahun lalu. Kalau dibandingkan dengan KAI dan maskapai, kami relatIf stabil karena juga ada efisiensi biaya,” jelasnya.

Yahya memerinci sejumlah biaya yang dikeluarkan perseroan saat ini hanya biaya yang bersifat wajib di antaranya gaji karyawan, BBM, dan suku cadang. Bahkan untuk suku cadang ini, perseroan melakukan repowering, yakni mengembalikan kekuatan mesin dulunya persentasenya sebesar 50 persen menjadi 70 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi pelni
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top