Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Pengembangan Sakakemang Masih Tunggu Persetujuan Menteri

Kelanjutan proyek Blok Sakakemang menemui permasalah terkait dengan keekonomian proyek yang terdampak penurunan harga gas US$6 per MMBtu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  17:34 WIB
Ilustrasi blok migas lepas pantai. - Bisnis
Ilustrasi blok migas lepas pantai. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Kelanjutan proyek Blok Sakakemang oleh Repsol masih belum menemukan titik terang.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa proses rencana pengembangan (plan of development/POD) tahap 1 Blok Sakakemang masih menunggu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Masih menunggu persetujuan POD-1 dari Menteri ESDM," katanya kepada Bisnis, Jumat (16/10/2020).

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan bahwa POD tahap 1 Blok Sakakemang ditargetkan bisa dimulai pada Oktober 2020 setelah pembahasan harga gas disepakati.

"Saat ini diskusi kami dengan Repsol bagaimana menurunkan investasi. Segera mungkin bisa diselesaikan. Kami berharap pada September, Oktober Sakakemang ini ada kejelsan POD tahap 1," katanya.

Dwi menuturkan bahwa kelanjutan proyek Blok Sakakemang menemui permasalah terkait dengan keekonomian proyek yang terdampak penurunan harga gas US$6 per MMBtu.

Repsol, kata Dwi, menargetkan harga gas US$7 per MMBtu agar sesuai dengan keekonoomian proyek tersebut. Pasalnya, dengan penurunan harga pada level US$6, harga gas dari Blok Sakakemang menjadi US$5,4 per MMBTu.

Adapun, POD tahap 1 Blok Sakakemang dimaksudkan untuk mempercepat produksi dengan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

"POD tahap 2 dengan cadangan lebih besar seharusnya lebih mudah mencapai keekonomian karena PoD tahap 1 ini cadangan kecil, investasinya relatif lebih banyak," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top