Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BPKH Malu sama Wamen BUMN, Capital Outflow Haji Indonesia Tembus Rp15 T

Nilai Rp15 triliun itu baru dari haji saja, sedangkan dari umroh bisa mencapai Rp5 triliun aliran dana keluarnya. Kepala BPKH berharap BUMN mengambil peran supaya uang tersebut bisa dibayarkan atau mengalir ke perusahaan dalam negeri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  13:32 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama dengan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama dengan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Keuangan (BPKH) Haji Anggito Abimanyu mencurahkan isi hatinya kepada Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo terkait dengan pengeluaran untuk haji yang selalu menyumbang capital outflow tiap tahun.

Anggito mengungkapkan setiap tahunnya capital outflow mencapai Rp15 triliun untuk pelaksanaan haji.

"Malu nih pak. Semua itu pak, dari pesawat, semuanya lari ke asing semua. Jadi setiap tahun kita dianggap Rp 15 triliun capital outflow, jadi sekarang mau curhat ke pak Kartiko," kata Anggito dalam penandatangan kerjasama BPKH dengan PT Damri, Rabu, 7 Oktober 2020.

Dia berharap, ke depan BUMN mengambil peran supaya uang tersebut bisa dibayarkan atau mengalir ke BUMN, daripada dibayarkan ke negara lain.

Menurut dia, nilai Rp15 triliun itu baru dari haji saja, sedangkan dari umroh bisa mencapai Rp5 triliun aliran dana keluarnya. Dari sisi transportasi jamaah haji saja, kata dia, setiap tahun aliran dana asing keluar Rp1 triliun. Nilai itu, menurutnya, belum termasuk haji khusus.

"Jadi uang itu enggak balik nih pak Kartiko. Jadi tugas bapak mengembalikan uang itu melalui Damri," ujarnya.

Dia mendukung langkah BUMN yang masuk ke pasar Arab Saudi. Anggito juga berharap Kementerian BUMN bisa menugaskan komisiras untuk aktif dalam mengawal kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Bahkan menurutnya, juga perlu mengajak Kementerian Luar Negeri

"Tidak bisa banyak kerja sama B to B, itu harus ada G to G. Karena bapak tau lah culture bisnis di Arab Saudi ingin melindungi warga negaranya," kata Kepala BPKH tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN dana haji bpkh

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top