Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepakati Kontrak, PGN (PGAS) Akan Pasok Gas untuk Pembangkit PLN

PGN bertanggung jawab untuk menyediakan pasokan gas, membangun, dan menyediakan infrastruktur gas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  05:10 WIB
Acara penandatanganan perjanjian induk kerja sama penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik antara PGN dan PLN, Senin (5/10/2020). - Istimewa/PGN
Acara penandatanganan perjanjian induk kerja sama penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik antara PGN dan PLN, Senin (5/10/2020). - Istimewa/PGN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menandatangani perjanjian induk kerja sama penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara.

Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Utama PGN Suko Hartono dan Direktur Energy Primer PLN Rudy Hendra Prastowo, Senin (5/10/20).

Direktur Utama PGN (PGAS) Suko Hartono mengungkapkan bahwa sebagai subholding gas, dengan kapabilitas dan pengalaman dalam melayani dan mengelola pemanfaatan gas bumi nasional, PGN siap menjadi solusi dan partner bagi PLN dan pemerintah dalam mendorong efisiensi produksi energi dan pemanfaatan di sisi hilir.

Dalam pelaksanaan proyek ini, PGN bertanggung jawab untuk menyediakan pasokan gas alam cair atau LNG (liquefied natural gas), membangun dan menyediakan infrastruktur gas atau LNG meliputi jetty, fasilitas pembongkaran, fasilitas penyimpanan, regasifikasi, transportasi gas/LNG, pipa gas sampai ke titik serah yang disepakati, termasuk metering regulating system pada pembangkit listrik terkait.

Selanjutnya, untuk transportasi LNG dari sumber pasokan atau fasilitas penghubung LNG akan dihubungkan ke fasilitas pembongkaran infrastruktur LNG, menggunakan kapal LNG berukuran kecil.

“Kami akan mengupayakan pembangunan infrastruktur LNG dapat berjalan tepat waktu, dengan teknologi tepat guna dan efisiensi tinggi ditengah tantangan di masa pandemic. Peningkatan pemanfaatan TKDN juga optimalisasi peran anak perusahaan dan afiliasi, adalah salah satu pendekatan yang dilaksanakan agar proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien," kata Suko melalui siaran pers, Senin (5/10/2020).

Selain itu, perjanjian tersebut juga mengatur penyelarasan pasokan LNG dan gas dengan kontrak-kontrak penyediaan LNG dan gas milik PLN yang sudah ada atau melalui kesepakatan lebih lanjut oleh para pihak untuk optimalisasi dan efisiensi penyerapan pasokan LNG dan gas pada sisi pembangkit tenaga listrik.

Untuk tahap awal, PGN dan PLN sepakat melaksanakan tahap quick win di PLTMG Sorong, PLTMG Tanjung Selor, dan PLTMG Nias.

Tahap quick win ditargetkan dapat menyediakan harga yang lebih rendah dari HSD di plant gate pembangkit PLN.

“Tahap quick win dilaksanakan dan disepakati prioritas penyelesaian serta operasi komersial penyediaan pasokan dan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik PLN dalam bentuk koordinasi, penyelarasan kerja sama pemanfaatan fasilitas, percepatan gasifikasi, optimalisasi, serta peningkatan produktivitas fasilitas yang ditargetkan dapat selesai pada tahun 2020,” ujar Suko.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan bahwa proyek tersebut sebagaimana yang tertuang di dalam Kepmen ESDM No. 13/ 2020 bertujuan mewujudkan ketahanan energi nasional serta memperbaiki neraca perdagangan.

"Dengan adanya bahan bakar gas yang lebih murah, maka diharapkan daya saing atau daya beli dari masyarakat dan PLN dapat mendorong perekonomian nasional. Semua merupakan langkah bersama sebagai anak bangsa untuk memperbaiki kondisi mulai dari lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas PGN
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top