Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Otomatis Wajib Daftar, Ini Kata Asosiasi IoT

Saat ini penggunaan IoT meluas mulai dari Google Home Hub sampai pabrik dengan otomatisasi tinggi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 Oktober 2020  |  16:04 WIB
Pabrik Skoda Auto berteknologi Industri 4.0.  - SKODA
Pabrik Skoda Auto berteknologi Industri 4.0. - SKODA

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah merencanakan pengguna Internet of Things (IoT) -seperti pabrik yang mengadopsi revolusi industri 4.0- wajib terdaftar.

Wajib daftar bagi pengguna IoT ini akan dilakukan dengan mengubah peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.1/2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas.

IoT adalah seperangkat mesin yang mampu melakukan komunikasi tanpa memerlukan interaksi dari manusia ke manusia, atau dari manusia ke perangkat komputer.

Rencana pemerintah ini menurut Asosiasi IoT Indonesia berguna untuk membuat industri makin tertib.

Ketua Umum Asioti Teguh Prasetya mengatakan bahwa perangkat IoT memiliki persamaan dengan  WiFi. Keduanya, menggunakan frekuensi milik publik.

WiFi menggunakan pita frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz. sedangkan IoT menggunakan frekuensi 920 MHz - 923 MHz.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pendataan IoT tidak berlisensi dalam Siskomdat Kemenkominfo akan membuat industri ini makin baik sekaligus menjamin kepentingan publik.

Dengan terdaftar, potensi benturan frekuensi, antara sesama pemain IoT maupun dengan operator seluler yang memiliki frekuensi pada 900 MHz dapat terhindari.

“Untuk mengantisipasi tidak ada [benturan]. Ujung-ujungnya adalah tidak ada pelanggan yang dirugikan karena ini untuk kepentingan publik (unlicensed) kalau berlisensi maka dia harus tunduk kepada peraturan-peraturan,” kata Teguh kepada Bisnis, Minggu (4/10).  

Teguh juga menuturkan bahwa industri IoT tidak jauh berbeda dengan industri jasa internet, yang diharuskan memiliki lisensi untuk beroperasi. 

Dia mengatakan bahwa sektor IoT memiliki banyak lini mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak. Dengan terdaftar di Siskomdat maka pelanggan dapat jaminan atas layanan yang diberikan pelaku IoT.

“Sama saja seperti penyedia layanan internet maka harus memiliki ISP. Lebih untuk melindungi pelanggan,” kata  Teguh.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet kominfo Internet of Thing-IoT Revolusi Industri 4.0
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top