Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPPT Dukung Pembentukan Ekosistem Smart Energy

Untuk memiliki ekosistem yang ramah lingkungan maka butuh kerja sama dari masyarakat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  14:30 WIB
BPPT Dukung Pembentukan Ekosistem Smart Energy
Peugeot e-208 listrik penuh. - Peugeot
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--BPPT mendorong penerapan inovasi smart energy dengan memanfaatkan energi terbarukan. Indonesia memiliki potensi besar khususnya penggunaan tenaga surya.

Hammam Riza, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, Indonesia perlu membangun ekosistem inovasi di bidang smart energy dalam percepatan pembangunan smart city dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.

BPPT, katanya, telah mengembangkan teknologi smart grid sebuah jaringan energi teknologi digital guna memenuhi kebutuhan energi listrik salah satunya untuk transportasi.

"Saat ini teknologi smart grid juga dapat digunakan untuk memantau, mengelola transportasi listrik hingga mensuplai listrik ke charging station yang dikembangkan BPPT," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/10/2020).

Adapun, charging station yang dikembangkan BPPT merupakan bentuk dukungan terhadap Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 55/2019.

Saat ini terdapat 2 jenis fast charging station yang dikembangkan BPPT diantaranya kapasitas 50 kW yang ditempatkan di BPPT Thamrin Jakarta dan kapasitas 20 kW di Puspiptek, yang mampu mengisi daya hanya dalam waktu 30 menit.

Hammam, menyebut guna mendukung pertumbuhan e-mobility perlu kerja sama berbagai pihak sebagai salah satu solusi pencapaian teknologi untuk energi alternatif yang ramah lingkungan dan mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mobil listrik berbasis baterai.

“Kita harus bangun ekosistem inovasi kelistrikan, sudah saatnya Indonesia menjadi leading dan tidak lagi melakukan impor dengan melakukan Perekayasaan, Kliring, Audit Teknologi, hingga Komersialisasi, agar mencapai TKDN 20 persen,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bppt baterai Baterai Mobil Listrik
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top