Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Pertamina Harus Penuhi 50 Persen Target Liffing Migas 2021?

Pemerintah telah mematok target lifting minyak pada 2021 sebesar 705.000 barel per hari dan lifting gas 5.638 juta standar kaki kubik.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  09:16 WIB
Pekerja PT Pertamina EP melakukan monitoring Fasilitas Produksi Gas. BISNIS.COM
Pekerja PT Pertamina EP melakukan monitoring Fasilitas Produksi Gas. BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Pesero) akan menanggung lebih dari separuh target produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi Indonesia pada tahun depan.

Pada 2021, PT Pertamina bakal mengelola sekitar 60 persen wilayah kerja (WK) yang ada di Indonesia setelah rampungnya alih kelola Blok Rokan pada 8 Agustus 2010.

Dengan demikian, lebih dari separuh nasib pencapaian lifting migas nasional dibebankan kepada perusahaan migas pelat merah itu.

Pemerintah telah mematok target lifting minyak pada 2021 sebesar 705.000 barel minyak per hari (bph) dan lifting gas 5.638 juta standar kaki kubik (million standard cubic per day/MMscfd).

Target itu hanya meningkat tipis dibandingkan dengan outlook pada 2021 yakni untuk lifting minyak sebesar 705.000 bph dan gas 5.505 MMsfd.

Berdasarkan paparan SKK Migas, per Agustus 2020 realiasasi lifting migas sebesar 1.692.000 bph yang terdiri atas lifting minyak sebesar 706.900 bph dan lifting gas sebesar 5.516 MMscfd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa terdapat kunci penting dalam pencapaian lifting pada 2021 di antaranya adalah transisi mulus pada wilayah kerja (WK) Rokan, pengeboran masif dan agresif, serta keputusan pemberian insentif.

Selain itu, ada pula transformasi SKK Migas, penyingkatan waktu pengurusan perizinan, jadwal onstream proyek tepat waktu, early & best effort pada 2020 untuk menjamin 90 persen drilling days pada 2021.

Di samping itu, SKK Migas menekankan produksi Banyu Urip dan Rokan untuk dijaga pada tingkat yang tinggi. SKK Migas juga menekankan kepada Pertamina untuk menjaga kinerjanya.

"Fokusnya pada Pertamina karena sudah memegang sekitar 60 persen WK yang ada," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (30/9/2020).

Dwi mengungkapkan bahwa proses transisi Blok Rokan akan memengaruhi pencapaian pada 2021 sehingga proses transisi yang mulu sangat diperlukan.

Pada Senin (28/9/2020), PT Chevron Pacific Indonesia telah menandatangani head of agreement dengan SKK Migas untuk investasi jelang habisnya masa kontrak di Blok Rokan.

Dengan perjanjian itu, diharapkan pihak CPI bakal mengucurkan investasi senilai US$150 juta untuk pengeboran 112 sumur yang diharapkan dapat meningkatkan produksi sebesar 5.000 barel minyak per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top