Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laris Manis Bisnis Agen Jasa Pengiriman di Tengah Pandemi

Menurut data dari RedSeer, penggunaan layanan e-commerce selama pandemi Covid-19 meningkat tajam sebanyak 69%. Imbasnya, berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia turut mencatat kenaikan volume pengiriman barang.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 September 2020  |  15:17 WIB
Ilustrasi jasa kurir
Ilustrasi jasa kurir

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor industri.

Namun, tak dapat dipungkiri jika sektor logistik jadi salah satu industri yang tak hanya mampu bertahan di tengah pandemi tapi tumbuh signifikan.

Hal ini didukung adanya perubahan perilaku masyarakat untuk berbelanja melalui e-commerce, dan memanfaatkan jasa pengiriman paket sebagai solusi di tengah keterbatasan saat ini.

Menurut data dari RedSeer, penggunaan layanan e-commerce selama pandemi Covid-19 meningkat tajam sebanyak 69%. Imbasnya, berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia turut mencatat kenaikan volume pengiriman barang.

Lonjakan permintaan jasa pengiriman tersebut lantas menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk agen atau point of sales (POS) yang bermitra dengan jasa pengiriman tertentu.

Salah satu jasa pengiriman yang mengalami kenaikan jumlah agen adalah Lion Parcel. Menurut Senior Manager NPOS Lion Parcel Cipto Laksono, jumlah agen atau mitra POS yang bergabung dengan jaringan Lion Parcel pun meningkat secara signifikan hingga 2x lipat di masa pandemi.

Penambahan tersebut seiring dengan melonjaknya volume pengiriman barang Lion Parcel yang terus meningkat selama pandemi Covid-19.

"Selama masa pandemi tercatat lebih dari 800 mitra bergabung ke jaringan Lion Parcel setiap bulannya. Angka ini naik sebesar 100% dibanding kondisi normal sebelum pandemi, dengan rata-rata sebanyak 400 mitra yang bergabung setiap bulannya," kata Cipto melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis pada Senin (28/9/2020).

Cipto menjelaskan saat ini pihaknya memiliki lebih dari 3.500 mitra aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Guna memaksimalkan peluang bisnis dari mitra POS bagi masyarakat, Lion Parcel berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh mitra POS yang baru bergabung dengan sejumlah fasilitas menarik.

"[Fasilitasnya] berupa franchise fee gratis, komisi penjualan yang menarik, proses administrasi yang cepat, pendampingan selama 1 tahun, serta sistem web yang terintegrasi,” tambahnya.

Saat ini, menurut Cipto terdapat beberapa daerah yang masih memiliki potensi peluang bisnis kemitraan Lion Parcel cukup besar. Hal ini dikarenakan masih banyaknya permintaan konsumen di daerah tersebut terhadap jasa pengiriman jarak jauh yang cepat dengan biaya terjangkau.

Adapun daerah potensial dengan kebutuhan mitra Lion Parcel, masih terkonsentrasi di area Jabodetabek. Untuk di Jakarta, daerah potensial tersebut berada di Kecamatan Tambora, Palmerah, Pesanggrahan, Setiabudi, Mampang, Johar Baru, Cilincing, Matraman, Ciracas dan Jatinegara. Sedangkan daerah Tangerang dan Bogor, daerah potensial tersebut berada di wilayah Serpong, Balaraja, Parung dan Citeureup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa pengiriman jasa kurir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top