Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gila! MRT di China Miliki Kecepatan hingga 160 Kilometer Per Jam

Beberapa kota di China selama ini mengoperasikan MRT berkecepatan 80 kilometer—100 kilometer per jam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2020  |  09:39 WIB
Penampakan moda raya terpadu tercepat China yang akan mulai beroperasi di Guangzhou pada Oktober 2020./ANTARA - HO/CFP
Penampakan moda raya terpadu tercepat China yang akan mulai beroperasi di Guangzhou pada Oktober 2020./ANTARA - HO/CFP

Bisnis.com, JAKARTA — China memiliki kereta metro bawah tanah atau moda raya terpadu tercepat yang mampu melaju hingga 160 kilometer per jam.

Moda raya terpadu (mass rapid transit/RT) tersebut bakal melayani penumpang di jalur 18 dan 22 Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong di wilayah China selatan, pada Oktober.

Media di China, Minggu (27/9/2020), menyebutkan bahwa dengan beroperasinya MRT di dua jalur tersebut, waktu tempuh dari Kawasan Perdagangan Bebas Nansha (NFTZ) menuju Stasiun Guangzhou Selatan hanya membutuhkan waktu tempuh 25 menit.

Demikian halnya perjalanan dari NFTZ menuju Stasiun Guangzhou Timur hanya memerluka waktu 30 menit.

Kedua jalur tersebut akan diperpanjang hingga Zhongshan, Dongguan, dan Zhuhai yang berbatasan langsung dengan Makau.

MRT buatan CRRC Zhuzhou Locomotive Co. Ltd. tersebut merupakan kereta bawah tanah pertama berkecepatan 160 kilometer per jam di kawasan Guangdong—Hong Kong—Makau.

Kereta tersebut menggunakan teknologi tercanggih dan inovatif karena bisa dioperasikan melalui sistem kendali berbasis kecerdasan artifisial dan perawatannya pun berbasis mahadata dan komputasi awan, demikian ditulis di laman berita qq.com.

Otoritas perkeretaapian Guangzhou untuk sementara telah memesan 40 rangkaian MRT tersebut untuk beroperasi di jalur 18 (NFTZ—Guangzhou Selatan) dan jalur 22 (NFTZ—Guangzhou Timur).

Beberapa kota di China selama ini mengoperasikan MRT berkecepatan 80 kilometer—100 kilometer per jam.

Beijing merupakan kota di China yang memiliki jalur MRT terbanyak, yakni 20 jalur termasuk jalur khusus Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dan Bandara Internasional Daxing.

Namun, Kota Beijing belum memiliki MRT berteknologi levitasi magnetik (maglev), seperti di Shanghai dan Changsha, Provinsi Hunan di barat daya China, yang mampu melaju dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top