Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terintegrasi AI dan IoT, Smartwatch WISH Bisa Deteksi Kesehatan Penggunanya

Widya Imersif Teknologi, startup di bawah perusahaan modal ventura UMG Idealab beraudiensi dengan Kantor Staf Kepresidenan untuk membahas penanganan Covid-19 lewat produk berbasis kecerdasan buatan dan internet of things (IoT).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 September 2020  |  10:31 WIB
Widya Imersif Teknologi (Widya Imersif), startup di bawah perusahaan modal ventura (CVC) UMG Idealab, beraudiensi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk membahas penanganan pandemi Covid-19 melalui produk berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).  - Widya Imersif
Widya Imersif Teknologi (Widya Imersif), startup di bawah perusahaan modal ventura (CVC) UMG Idealab, beraudiensi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk membahas penanganan pandemi Covid-19 melalui produk berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). - Widya Imersif

Bisnis.com, JAKARTA - Widya Imersif Teknologi, startup di bawah perusahaan modal ventura UMG Idealab beraudiensi dengan Kantor Staf Kepresidenan untuk membahas penanganan Covid-19 lewat produk berbasis kecerdasan buatan dan internet of things (IoT).

Dalam audiensi tersebut, Widya Imersif Teknologi mempresentasikan jam tangan pintar WISH (Widya Smart and Health Watch) sebagai alat pemantau kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence atau AI.

CEO UMG Idealab Kiwi Aliwarga, yang diwakili Patrick Simamora, mengatakan WISH didesain untuk memantau kesehatan serta mengakses laporan kesehatan penggunanya lewat data yang dianalisa dan diproses secara terintegrasi oleh teknologi inti berbasis AI. Teknologi ini tertanam di dalam smartphone pengguna.

"Tujuan jam tangan pintar adalah untuk meningkatkan kepercayaan penggunanya dan membantu mereka untuk memantau data kesehatan mereka, baik secara individual maupun kolektif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Sebagai fitur utama, pengguna jam tangan pintar WISH dapat mengukur suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen, tekanan darah serta kadar kolesterol dan gula darah.

Fitur lainnya, pengguna dapat memantau tingkat stress, memonitor jam tidur, dan kapabilitas geofencing yang mampu mendeteksi sesama pengguna smartwatch WISH dengan suhu tubuh tidak normal dalam radius maksimal 30 meter. Fitur ini juga mengingatkan penggunanya saat melalui zona merah Covid-19.

Selain dapat digunakan secara individual maupun kelompok dalam sebuah instansi atau perusahaan, pengguna WISH juga bisa mengakses seluruh data yang tersimpan sebagai catatan medis di smartphone untuk kepentingan kesehatan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan penggunaan smartwatch yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan berpotensi membantu setiap orang untuk memantau kesehatan mereka dengan lebih ketat.

“Dari sisi [penggunaan] oleh komunitas, tim Paspampres masih bisa, cocok untuk menggunakan alat ini, menurut pandangan saya,” ujar Moeldoko seusai presentasi bersama oleh Patrick Simamora dan Alwy Satriatama, co-founder Widya Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Yurianto menilai smartwatch WISH adalah solusi teknologi yang dapat membantu individu untuk lebih obyektif mendapatkan data kesehatan tentang diri sendiri.

“Jadi, saya lebih cenderung bahwa ini penting kalau memang digunakan sebagai alat untuk mendapatkan data [kesehatan] obyektif tentang individu, yang kemudian tentunya diinterpretasikan dan disikapi oleh individu itu sendiri,” tutur Yuri.

Kiwi Aliwarga menambahkan target pengguna jam tangan pintar WISH adalah untuk perorangan maupun komunitas dan kelompok kecil yang bekerja di dalam instansi swasta ataupun pemerintah di dalam masa PSBB.

Selain fitur kesehatan utama yang terintegrasi bagi pengguna Android dan IOS, WISH juga terkoneksi dengan speaker pintar Widya yang dapat memberikan informasi terkini tentang pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ugm Kantor Staf Presiden kecerdasan buatan (AI) pandemi corona
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top