Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Segera Umumkan Kenaikan Cukai Rokok, Ini Jawaban Dirjen Bea Cukai

Bea Cukai Kementerian Keuangan akan segera mengumumkan kenaikan cukai hasil tembakau pada akhir September atau awal Oktober mendatang.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 September 2020  |  11:58 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera mengumumkan kebijakan terkait kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2021 pada akhir bulan ini atau paling lambat awal bulan depan.

Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi saat dihubungi terkait rencana pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya kalau enggak akhir September ini ya awal Oktober," kata Heru kepada Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Heru tak mau memberikan gambaran soal formulasi kenaikan tarif cukai hasil tembakau. Tarif cukai hasil tembakau biasanya dihitung dari target inflasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

Artinya jika pertumbuhan ekonomi tahun depan 5 persen dan inflasi di angka 3 persen, seharusnya kenaikan tarif CHT bisa di atas 8 persen. "Kalau itu nanti yang menentukan Badan Kebijakan Fiskal (BKF)," imbuhnya.

Kendati demikian, saat dihubungi belum lama ini, Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea Cukai (DJBC) Nirwala Dwi Heryanto memastikan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan kondisi pandemi yang telah menurunkan konsumsi rokok.

Data Bea Cukai Kemenkeu sampai Agustus 2020 menunjukkan enerimaan cukai HT mempunyai porsi terbesar dalam penerimaan cukai, yang hingga 31 Agustus 2020 terkumpul Rp94,39 triliun atau tumbuh 6,09 persen.

Pertumbuhan signifikan cukai HT di tengah perlambatan komponen penerimaan yang lain, salah satunya didorong oleh pergeseran penerimaan tahun 2019 (PMK 57).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai Cukai Rokok cukai hasil tembakau
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top