Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Inggris Makin Percaya Produk Kayu Lestari Indonesia

Kriteria legalitas dan keberlanjutan pada produk kayu ekspor Indonesia menjadikan Indonesia sebagai low risk source of tropical timber. Bahkan, negara Inggris menjadi mitra terbesar di Eropa bagi Indonesia dalam perdagangan kayu berkelanjutan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 September 2020  |  15:09 WIB
Karyawan bekerja di pabrik PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Konsumen Inggris bahkan rela membeli produk tersertifikasi sustainable dengan harga premium.  - Bisnis.com
Karyawan bekerja di pabrik PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Konsumen Inggris bahkan rela membeli produk tersertifikasi sustainable dengan harga premium. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kriteria legalitas dan keberlanjutan pada produk kayu ekspor Indonesia menjadikan Indonesia sebagai low risk source of tropical timber. Bahkan, negara Inggris menjadi mitra terbesar di Eropa bagi Indonesia dalam perdagangan kayu lestari.

Sejak November 2016 hingga September 2020, Indonesia telah menerbitkan 27.500 dokumen untuk 730.000 kayu tersertifikasi senilai US$1 miliar yang diekspor ke Inggris. Pada 2019, nilai ekspor kayu Indonesia ke Inggris mencapai US$350 juta, atau terbesar di Eropa.

Charge d'Affaires Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London Adam M. Tugio dalam webinar bertajuk UK Market Update for FLEGT Timber Product : Indonesia’s Timber as Sustainable Partner for UK Market pada 23 September 2020, mengatakan bahwa menjadi komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya melakukan perbaikan terus menerus terhadap SVLK dan promosi SVLK.

Kedua upaya tersebut, lanjutnya, sebagai norma yang berlaku tidak hanya di negara yang menerapkan Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) sebagai standar, tetapi juga di negara-negara yang belum menjadikan FLEGT sebagai norma baku impor kayu.

FLEGT juga merupakan framework penting bagi peritel di Inggris, karena menekankan transparansi. Saat ini, semakin banyak konsumen Inggris yang mengadopsi ethical purchasing, yakni mengharapkan legalitas dalam produk kayu, memastikan sumber produknya, dan jaminan produk yang dibeli tidak menyebabkan deforestasi.

Adam menjelaskan, konsumen Inggris bahkan rela membeli produk tersertifikasi sustainable dengan harga premium. Perubahan perilaku ini membuat importir berharap pemerintah Inggris dapat memberikan insentif bagi penggunaan kayu berkelanjutan oleh industri kayu Inggris, seperti yang diterapkan di sektor lainnya terkait lingkungan hidup, yaitu kendaraan listrik.

Pada webinar itu, para panelis mewakili asosiasi bisnis dan pelaku usaha kayu dari Indonesia dan Inggris, yaitu Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia Indroyono Soesilo, Managing Director Timber Trade Federation David Hopkins, Sustainability Policy Advisor British Retail Consortium Leah Riley Brown, serta Marketing Director, PT Kayu Lapis Indonesia Budi Hermawan; dan Shaun Hannan, Sales Director Pacific Rim.

Para panelis menyampaikan bahwa dari sisi pasokan, eksportir mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia melalui implementasi SVLK dalam ekspor produk kayu Indonesia.

Proses audit SVLK tidak hanya memudahkan eksportir untuk memenuhi kriteria transparansi legal dan berkelanjutan yang dipersyaratkan di bisnis kayu, tapi juga di saat yang sama memudahkan eksportir untuk meyakinkan, serta menjangkau konsumen di luar negeri.

Para panelis juga sepakat masih terdapat tantangan, khususnya dalam promosi ekspor kayu legal dan berkelanjutan.

Menyikapi kondisi ini, para panelis sepakat pentingnya Indonesia, Inggris dan pelaku usaha di Inggris, serta Uni Eropa untuk secara terus menerus melakukan penguatan komunikasi publik, promosi, dan policy framework mengenai atribut positif produk kayu bersertifikat FLEGT guna meningkatkan awareness produk kayu berkelanjutan Indonesia di pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kayu svlk
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top