Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Atasi Macet di Puncak, Kemenhub Siapkan Kajian Angkutan Massal

Persiapan studi ini sebagai bagian dari antisipasi pemerintah ketika pandemi Covid-19 sudah berlalu dan aktivitas masyarakat kembali normal, dengan arus lalu lintas di Puncak yang kembali padat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 September 2020  |  10:08 WIB
Jalur puncak Bogor. - Ilustrasi/JIBI
Jalur puncak Bogor. - Ilustrasi/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) memecahkan masalah lalu lintas dari dan menuju Puncak, Bogor yang selalu macet saat akhir pekan tiba.

Salah satu upaya yang dikaji yakni pengembangan angkutan umum massal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya pernah membahas dengan ITB mengenai pemecahan masalah lalu lintas di Puncak, Bogor. Permasalahan utama ketika melalui puncak saat akhir pekan adalah membludaknya wisatawan ke daerah tersebut.

"Kemenhub pernah membahas bersama ITB memecahkan lalu lintas di Puncak. Besar kemungkinan kami akan minta studi di ITB dan mengembangkan angkutan massal di sana dan Puncak tidak macet dan pulang ke Cianjur bisa cepat," jelasnya, Senin (21/9/2020).

Lebih lanjut, dia menerangkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menyiapkan studi yang bekerja sama dengan ITB mengenai pengembangan angkutan massal di kawasan Puncak, Bogor pada 2021. Kemacetan Puncak memang menjadi hal lumrah saat sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Persiapan studi ini sebagai bagian dari antisipasi pemerintah ketika pandemi Covid-19 sudah berlalu dan aktivitas masyarakat kembali normal, dengan arus lalu lintas di Puncak yang kembali padat.

Sebelumnya, dalam upaya penguraian sementara BPTJ sempat melakukan uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak, Bogor atau dua lajur menuju puncak dan satu lajur kembali ke arah Bogor.

Kemunculan gagasan uji coba sistem 2-1 merupakan bentuk keputusan yang mengakomodasi usulan dan kepentingan masyarakat di sekitar Puncak yang sudah cukup lama terganggu mobilitasnya karena penerapan sistem buka tutup.

Selain itu, terdapat penyediaan shuttle service dan Park & Ride menuju Jalur Puncak, sosialisasi jalur alternatif menjelang exit Cibubur, percepatan pelaksanaan pelebaran jalan dari Gadog – Puncak, serta percepatan pembangunan rest area di Gunung Mas.

Program wisata dengan angkutan umum massal point to point telah diluncurkan pada 28 September 2019 dengan operator Big Bird. Layanan wisata yang ditawarkan adalah paket perjalanan dari Pasaraya Blok M menuju Taman Safari Indonesia.

Sementara itu, secara keseluruhan program pembenahan kemacetan di puncak terbagi juga dalam tahapan kerangka jangka menengah dan panjang. Program kerangka jangka menengah adalah penyediaan jalur alternatif melalui Sentul (Poros Tengah Timur) dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Program jangka panjang akan diusulkan pengembangan alternatif transportasi massal berbasis rel dari Kota Bogor menuju Kawasan Puncak. Berbasis rel tersebut dapat berupa monorel atau kereta gantung (cable car).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

macet angkutan umum jalur puncak
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top