Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KA Ciranjang-Cipatat Beroperasi, Perjalanan ke Bandung Jadi Lebih Cepat

Peresmian ini memiliki arti yang besar karena konektivitas antara Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung akan bergabung. Ini memastikan tidak ada lagi istilah terpencil untuk wilayah-wilayah di sekitar Ibu Kota Negara saat ini.  
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 September 2020  |  09:42 WIB
Penumpang melintas di dalam gerbong Kereta Api Luar Biasa (KLB) jurusan Bandung - Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan enam perjalanan KLB pada 12-31 Mei 2020 dan masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB hanya yang memenuhi syarat. - ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Penumpang melintas di dalam gerbong Kereta Api Luar Biasa (KLB) jurusan Bandung - Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan enam perjalanan KLB pada 12-31 Mei 2020 dan masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB hanya yang memenuhi syarat. - ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meresmikan aktivasi ulang jalur kereta api Ciranjang, Cianjur menuju Cipatat Bandung Barat. Jalur ini dibangun menghabiskan anggaran Rp118,87 miliar membuat waktu tempuh Sukabumi-Cianjur jadi lebih cepat.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan anggaran yang diperlukan dalam program reaktivasi Jalur Ciranjang-Cipatat ini berasal dari APBN 2019 sebesar Rp118,87 miliar.

"Anggaran sebesar Rp118,87 miliar tersebut dengan beberapa pekerjaan antara lain peningkatan jalur dengan penggantian Rel KA R.33 menjadi Rel R.54 dan juga normalisasi badan jalan," jelasnya saat Peresmian Pengoperasian Reaktivasi Jalur KA Ciranjang - Cipatat Provinsi Jawa Barat, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, manfaat yang diperoleh dari hasil pembangunan ini antara lain peningkatan keselamatan dan kenyamanan, peningkatan aksesibilitas dan mobilitas, serta memperlancar roda perekonomian.

Dia sangat berharap berharap dengan beroperasinya jalur ini mobilitas orang dan barang (logistik) di sekitar wilayah ini jadi lebih mudah dan efisien.

Selain itu, dengan pengopersian jalur ini akan ada peningkatan kapasitas lintas dari yang semula 3 perjalanan KA menjadi 7 perjalanan KA. Sementara, waktu tempuh KA Cipatat - Sukabumi atau sebaliknya menjadi 2,5 jam atau sekitar 30 menit lebih cepat dari moda transportasi darat mobil atau bus.

"Selain hal tersebut ada manfaat yang tidak kalah penting yaitu jalur ini nantinya akan menjadi jalur alternatif kereta api dari Bogor ke Bandung dimana masyarakat Bogor tidak perlu ke Jakarta jika mau ke Bandung dengan moda kereta api, karena bisa melalui jalur ini," paparnya.

Peresmian ini memiliki arti yang besar karena konektivitas antara Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung akan bergabung. Ini memastikan tidak ada lagi istilah terpencil untuk wilayah-wilayah di sekitar Ibu Kota Negara saat ini.  

Anggota Komisi V DPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengungkapkan saat ini jika menggunakan jalur darat jalan raya dari Ciranjang menuju Bandung sering kali menghadapi kemacetan karena adanya sejumlah pabrik.

"Ke Sukabumi juga macet banyak bus. Hampir kami ini terisolir habis waktu terbuang di jalan kalau mau kemana-mana. Dengan adanya reaktivasi ini, itu adalah suatu yang berharga bagi masyarakat Cianjur. Ini akan meningkatkan mobilitas," paparnya.

Dia juga berharap dalam pengembangan sejumlah proyek konektivitas seperti kereta api ini, Kemenhub memprioritaskan program padat karya sehingga dapat dipermanenkan tidak hanya saat pandemi Covid-19.

Pasalnya, program padat karya sangat membantu membangkitkan perekonomian masyarakat kecil di sekitar pembangunan proyek dan masyarakat turut ada rasa memiliki terhadap hasil pembangunannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top