Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Premium

Menghitung Urgensi Kereta Cepat Hingga Surabaya

03 September 2020 | 11:14 WIB
Untuk melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Surabaya dibutuhkan investasi hingga Rp100 triliun. Wika sebagai investor sekaligus kontraktor diyakini segera menerima manfaat pekerjaan.

Bisnis.com, BEKASI — Keinginan pemerintah untuk membangun kereta cepat hingga Surabaya membutuhkan pertimbangan mendalam.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno berpendapat perpanjangan rute kereta cepat Jakarta—Bandung hingga Surabaya oleh konsorsium BUMN dan China harus dibandingkan dengan proyek yang mirip yakni kereta semi cepat Jakarta—Surabaya yang digagas Jepang.

Pengkajian ini dibutuhkan karena saat yang sama pemerintah juga memutuskan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Tengah. Dampaknya arus orang dan barang dari Jakarta-Bandung-Surabaya akan berkurang.

“Ada kereta cepat dan semi cepat, khawatirnya demand terbagi,” kata Djoko, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, agar saling menguatkan maka rute yang dibangun KCIC cukup hingga Cirebon terlebih dahulu. Dengan memutuskan hingga Surabaya maka menyerap investasi besar namun optimalisasinya belum terlalu jelas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top