Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelola Terumbu Karang, KKP Himpun Data di Kalimantan

ndonesia bersama Monako dan Australia selaku Ketua Bersama ICRI berkomitmen untuk melindungi dan mengelola terumbu karang dari dampak buruk perubahan iklim dan membangun ketahanan terumbu karang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2020  |  00:42 WIB
 Karang ratusan tahun yang patah akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). - Antara
Karang ratusan tahun yang patah akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghimpun data dan informasi terumbu karang di wilayah Kalimantan untuk memperkuat pengelolaan terumbu karang di kawasan perairan nasional.

Plt. Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, menyatakan hal itu sejalan dengan hasil resolusi International Coral Reef Initiative (ICRI) dan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Karang di Indonesia 2017-2021.

Agus menegaskan Indonesia bersama Monako dan Australia selaku Ketua Bersama ICRI berkomitmen untuk melindungi dan mengelola terumbu karang dari dampak buruk perubahan iklim dan membangun ketahanan terumbu karang.

"ICRI mendorong 200 negara anggotanya untuk meningkatkan monitoring karang dan pelaporan di tingkat nasional dan regional. ICRI juga mendorong anggota dan mitranya untuk berkontribusi dalam pengamatan pemutihan karang termasuk data dan informasi lain yang relevan," ujar Agus, dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2020).

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi menyampaikan perairan Indonesia mempunyai daya lenting 41 persen dibandingkan negara lainnya yang berkisar 10 persen sehingga terumbu karang merupakan suatu kekuatan bagi Indonesia yang harus dikelola.

"Dari 2,5 juta hektar luas terumbu karang di Indonesia, sebanyak 1 juta hektar telah dilindungi melalui pembentukan kawasan konservasi perairan,” kata Andi.

Menurutnya, saat ini data mengenai terumbu karang masih kurang dan tidak berkelanjutan. Untuk itu, kerja sama pemerintah, LSM, perguruan tinggi dan mitra lainnya di seluruh Indonesia sangat diperlukan dalam penyusunan database karang Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya dibentuk jejaring pemantauan terumbu karang untuk mengatasi kompleksitas masalah pengelolaan terumbu karang, terutama untuk mengatasi permasalahan keterbatasan penelitian dan survei, data yang tersebar di banyak instansi, dan kejadian pemutihan karang massal di Indonesia.

Tak jauh berbeda, Kepala BPSPL Pontianak Getreda M. Hehanussa mengatakan upaya konservasi terumbu karang di Kalimantan perlu dilakukan secara bersama-sama.

Untuk itu, BPSPL Pontianak bersama pemangku kepentingan di Kalimantan tengah menghimpun data-data dan informasi terumbu karang di Kalimantan untuk dijadikan database terumbu karang Kalimantan.

"Buku database ini diharapkan dapat berguna bagi tingkat regional dan internasional," ujar Getreda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp terumbu karang

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top