Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Mifa Bersaudara Bertahan di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara

Selain memastikan kesehatan karyawan tetap terjaga, untuk menjaga 'stamina' perusahaan hingga akhir tahun juga dibutuhkan kontrol biaya operasional semaksimal mungkin.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 18 September 2020  |  17:20 WIB
Ilustrasi: Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas
Ilustrasi: Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 telah menyebabkan harga batu bara mengalami penurunan tajam. 

Presiden Direktur PT Mifa Bersaudara Ricky Nelson mengatakan bahwa dalam situasi seperti ini, pengusaha hanya bisa berharap yang terbaik dan menyiapkan kemungkinan terburuk.

Selain memastikan kesehatan karyawan tetap terjaga, menurutnya, untuk menjaga 'stamina' perusahaan hingga akhir tahun juga dibutuhkan kontrol biaya operasional semaksimal mungkin.

"Dobel efisiensi.  Tidak cukup efisiensi yang pernah dilakukan pada periode-periode sebelumnya.  Kami lakukan banyak engagement ke supplier, kontraktor, harus buat bagaimana kami survive," kata Ricky dalam sebuah webinar, Jumat (18/9/2020).

Selain berupaya untuk bertahan hidup, menurut Ricky, perusahaan juga perlu mempersiapkan strategi untuk menyambut membaiknya kondisi pasar batu bara ke depan.

Perusahaan harus memastikan bahwa tenaga kerja, staf, peralatan, dan ketersediaan fasilitas memadai untuk menjaga produksi.

Dia menuturkan bahwa pengurangan sumber daya di tengah krisis ini juga perlu dihindari.

"Kita harus prepare untuk recovery karena recovery ini apa yang kita lakukan efisiensi atau optimalisasi ini akan sangat memengaruhi kecepatan kita kalau terjadi siklus membaik," imbuhnya.

Mifa Bersaudara merupakan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi yang berlokasi di Aceh Barat. Saat ini, kapasitas produksi batu bara perseroan mencapai lebih dari 13 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top