Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KemenkopUKM Persiapkan Transformasi UMKM Pasca Pandemik

UMKM perlu untuk bertransformasi agar mampu beradaptasi terhadap berbagai perkembangan digital.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:25 WIB
Foto: Dok. KemenkopUKM
Foto: Dok. KemenkopUKM

Bisnis.com, JAKARTA – Kesulitan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Oleh sebab itu, pada fase ini saat yang tepat merumuskan transformasi UMKM di masa depan.

“Kita perlu menyiapkan UMKM bisa melakukan transformasi secara baik karena kekuatan ekonomi kita sangat tergantung pada UMKM. Ada 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM sehingga pemulihan ekonomi nasional tidak bisa dilakukan tanpa memulihkan UMKM. Pengangguran akan semakin tajam, kemiskinan akan semakin meningkat apabila UMKM gagal melakukan transformasi,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kamis (17/09/2020) saat acara Penghargaan Natamukti 2020 yang diselenggarakan International Council for Small Busines (ICSB).

MenkopUKM menegaskan menyiapkan transformasi UMKM agar mampu beradaptasi terhadap berbagai perkembangan termasuk tranformasi digital dalam produksi dan pemasaran.

Transformasi untuk menumbuhkan ekosistem pembiayaan, ekosistem perijinan yang lebih mudah, ekosistem kewirausahaan dan akses kepada pasar yang lebih luas seperti ekspor.

Sehingga, lanjut Menteri Teten, penting kolaborasi empat pilar yang diusung oleh ICSB, yaitu Pilar Pemerintah, pilar Akademisi, pilar Peneliti dan pilar Pelaku Usaha untuk melakukan transformasi.

Ia juga berharap terjadi integrasi antara UMKM dan usaha besar untuk melahirkan suatu kekuatan ekonomi dan memberikan kesejahteraan kepada pelaku UMKM.

“KemenkopUKM sekarang ditugaskan oleh Bapak Presiden melakukan transformasi, termasuk koperasi. Kita juga diminta evaluasi seluruh pembiayaan UMKM agar betul-betul diberikan kemudahan akses yang bukan saja modal kerja tapi modal investasi. Selain itu, mengevaluasi seluruh kebijakan perijinan yang mempersulit UMKM,”kata Teten.

MenkopUKM juga mengapresiasi ICSB yang konsisten memberikan penghargaan Natamukti sejak 2016. Penghargaan ini disebutkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada kepala daerah untuk memberikan perhatian kepada pengembangan UMKM di wilayahnya masing-masing.

Teten minta agar para kepala daerah mempersiapkan produk UMKM unggulan di daerahnya yang dapat bersaing hingga pasar global dan masuk prioritas belanja pemerintah/BUMN.

“Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 321 triliun yang sudah diperintahkan oleh Presiden untuk belanja produk-produk UMKM. Nah, ini serapannya masih cukup rendah baru 18%,” jelas MenkopUKM.

Penghargaan Natamukti diberikan kepada kota dan / atau kabupaten yang berhasil dalam mempromosikan UMKM lokal, serta membangun ekosistem di daerahnya, terutama di masa pandemi.

Daerah yang mendapat penghargaan antara lain, Kota Jambi, Kota Makassar, Kota Padang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tarakan, Kota Pontianak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm digital kemenkop ukm
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top