Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lewat Transformasi, Erick Thohir Ingin Tepis Anggapan BUMN Bobrok

Erick Thohir menyampaikan proses transformasi itu tidak mungkin terlaksana tanpa kerja sama antara Kementerian BUMN dan para direksi perusahaan pelat merah, termasuk tim yang mendukungnya.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 September 2020  |  15:26 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan kepada media massa usai rapat rapat tertutup dengan Komisi VI DPR di Komplek Gedung DPR MPR, Jakarta, Senin (14/9/2020). - Bisnis/Dhiany Nadya Utami
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan kepada media massa usai rapat rapat tertutup dengan Komisi VI DPR di Komplek Gedung DPR MPR, Jakarta, Senin (14/9/2020). - Bisnis/Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan  kepada para direktur utama perusahaan pelat merah bahwa transformasi BUMN merupakan agenda utama yang harus mereka jalankan.

Hal tersebut terlihat dalam sebuah video pidato yang diunggah Erick di akun media sosial Instagram.Dalam video tersebut tercantum keterangan bahwa pidato itu merupakan bagian dari arahan Menteri BUMN pada pekan lalu (9/9/2020).

Erick menegaskan, tidak ada tawar menawar mengenai transformasi BUMN. Maka dari itu dia menilai salah satu yang penting untuk dilakukan adalah merapikan struktur BUMN yang ada di kementerian.

Saat ini, struktur BUMn dinilai terlalu gemuk dengan 142 perusahaan. Oleh karena itu, akan sulit bagi Kementerian untuk mengawasi dan mengkoordinasi perusahaan sebanyak itu. 

Lantas, hal itu juga yang menjadi  landasan pembentukan klaster-klaster BUMN agar proses pengawasan lebih murah dan menyeluruh. Selain itu, BUMN juga diharapkan bisa menjadi lebih kompetitif dan transparan.

“Ibarat punya tiga anak, tidak mungkin dibeda-bedakan anak ke satu, dua, tiga. Semuanya juga sama namanya anak, tapi kalau 142 kebanyakan anaknya, jadi 3 cukup. Karena itu ada klaster 1, klaster 2, klaster danareksa, dan PPA,”  tuturnya dalam video tersebut, seperti dikutip Bisnis, Kamis (17/9/2020).

Dia juga mengatakan proses transformasi itu tidak mungkin terlaksana tanpa kerja sama antara Kementerian BUMN dan para direksi perusahaan pelat merah, termasuk tim yang mendukungnya.

Sebab, Erick menilai pada kondisi saat ini kerja sama adalah hal yang utama. Dia mencontohkan dirinya tak akan bisa sukses tanpa timnya, termasuk pawa wakil menteri, sekretaris menteri, deputi menteri, dan lainnya.

“Kita taruh orang-orang yang terbaik di negeri ini supaya persepsi yang terjadi bahwa BUMN itu bobrok itu salah,” ungkapnya.

Dalam pidatonya itu, Erick juga menyebut sejumlah nama BUMN, antara lain PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Perkebunan Negara (Persero), dan PT Biofarma (Persero). Transformasi di delapan perusahaan itu akan menjadi prioritas Kementerian BUMN, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo. 

Unggahan video Erick tidak terpaut lama dengan unggahan foto Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok pada akun instagramnya @basukibtp yang berfoto dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengunggah foto dirinya bersama Erick Thohir yang tengah sama-sama berbaju batik dan mengenakan masker. Ahok menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan kritik dan sarannya secara langsung kepada Erick.

“Tadi habis bertemu dengan Menteri BUMN. Kritik dan saran yang saya sampaikan diterima dengan baik oleh Pak Erick. Dan saya juga akan menjaga pesan Pak Erick, untuk menjaga solidaritas teamwork dan terus melakukan transformasi BUMN,” demikian tulis Ahok dalam keterangan foto, seperti dikutip Bisnis, Kamis (17/9/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN erick thohir
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top