Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Peciko 8A Masuk Tahapan Instalasi

Pelaksanaan proyek ini sebagai salah satu upaya Pertamina Hulu Mahakam untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:39 WIB
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas
Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Mahakam selaku operator wilayah kerja Mahakam memulai tahapan instalasi Proyek Paciko 8A.
Pertamina Hulu Mahakam, melaksanakan Sail Away Ceremony Proyek Peciko 8A yakni pemasangan booster compressor dan berbagai komponen pendukungnya, serta modifikasi anjungan.
Pemasangan ini akan dilakukan di anjungan SWP-G Lapangan Peciko, di lepas pantai Kalimantan Timur.
 
Direktur Utama PT PHI Chalid Said Halim mengatakan, dengan Proyek Peciko 8A diharapkan akan berhasil menambah panjang usia produksi ketujuh sumur yang bermuara di platform SWP-G hingga 2028, sehingga pendekatan yang sama dapat diterapkan pada sumur-sumur lain di Lapangan Peciko. 
“Secara teknis proyek ini cukup menantang, karena para engineer di PHM harus memodifikasi anjungan yang sebelumnya sudah pernah dimodifikasi. Tantangan lainnya adalah proyek ini harus tetap selesai tepat waktu walau di tengah pandemi Covid-19, agar keekonomiannya terjaga,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2020).
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan, pelaksanaan proyek ini sebagai salah satu upaya Pertamina Hulu Mahakam untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas ke 12.000 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) pada 2030.
 
“Dengan fasilitas tambahan ini, diharapkan upaya mempertahankan penyediaan gas sebesar 8 mmscfd dapat tercapai dan akan terjadi penambahan produksi di Lapangan Peciko sebesar 7,3 miliar standar kaki kubik (BSCF) gas dan 18,4 ribu barel [Mbbls] kondensat,” tambahnya.
 
Julius juga menerangkan bahwa Proyek Peciko 8A ini merupakan hasil implementasi dari strategi pertama SKK Migas yakni mempertahankan tingkat produksi eksisting.
 
Dalam Proyek Peciko 8A ini, sumur-sumur di anjungan SWP-G yang sudah berada di fase low pressure, tekanan gasnya diturunkan lagi menjadi low low pressure agar dapat tetap berproduksi lebih lama.
Booster compressor digunakan untuk mendorong gas yang keluar menuju ke fasilitas pemrosesan di Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS).
 
Direktur Teknik Lingkungan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Dr Ir Adhi Wibowo, MSi, mengapresiasi seluruh pihak yang dapat merealisasikan proyek ini di tengah pandemi Covid-19.
“Subsektor migas masih strategis dan penting bagi penerimaan negara jadi kita semua harus menjaga agar operasi dapat berjalan dengan baik. Dan semua harus memegang komitmen agar tingkat produksi tidak turun,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top