Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

International Coffee Organization Capai Komunike Bersama Jaga Geliat Bisnis Kopi

Untuk merealisikan hal tersebut, diperlukan kerja sama dan peran aktif antara sektor pemerintah dan sektor swasta kopi global, tidak hanya untuk menjamin peningkatan konsumsi kopi global, tapi juga kesejahteraan hidup dari 25 juta petani kopi di seluruh dunia.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 15 September 2020  |  02:04 WIB
Seorang petani memanen kopi Robusta (Coffea canephora) saat panen perdana di perladangan Desa Jambon, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin
Seorang petani memanen kopi Robusta (Coffea canephora) saat panen perdana di perladangan Desa Jambon, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO), industri kopi global, serta organisasi internasional di sektor kopi dan pangan berhasil menyepakati Komunike Bersama untuk mencapai keberlanjutan ekonomi bagi sektor kopi global yang inklusif dan berketahanan.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) sekaligus Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO) periode 2019/2020 Iman Pambagyo menyampaikan pencapaian sektor kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing menjadi prioritas ICO.

Untuk merealisikan hal tersebut, kata Iman, diperlukan kerja sama dan peran aktif antara sektor pemerintah dan sektor swasta kopi global, tidak hanya untuk menjamin peningkatan konsumsi kopi global, tapi juga kesejahteraan hidup dari 25 juta petani kopi di seluruh dunia.

Saat ini, kepemimpinan Indonesia di ICO dihadapkan pada berbagai tantangan besar, yaitu krisis harga kopi, krisis keuangan organisasi, serta krisis ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

Terkait dengan hal tersebut, ICO berhasil menyepakati pembentukan Gugus Tugas Sektor Pemerintah dan Swasta (Coffee Public-Private Task Force/CPPTF).

CPPTF merupakan forum multi-stakeholder pertama di bawah ICO yang berfungsi untuk memberikan rekomendasi aksi kepada ICO (sektor pemerintah) dan Forum CEO dan Pemimpin Kopi Global (CEO and Global Leaders Forum/CGLF) (sektor industri) dengan membentuk aksi bersama dan peta jalan untuk mencapai sektor kopi yang berkelanjutan.

“Melalui gugus tugas ini, ICO tidak hanya mendorong peran dan tanggung jawab negara dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor kopi global, tapi juga melibatkan industri, organisasi internasional, dan bahkan petani,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Senin (14/9/2020).

Selain itu, lanjutnya, gugus tugas tersebut menjadi forum bagi ICO untuk mendorong mobilisasi sumber daya dari industri kopi global sebagai bentuk peran dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis kopi yang terjadi.

Adapun, gugus tugas tersebut terdiri atas 15 negara anggota ICO yang mewakili 49 negara dan 16 sektor swasta, termasuk ECOM Agroindustrial, Nestle, Illy, Olam, Jacobs Douwe Egberts (JDE), Starbucks Coffee, Lavazza, Sucafina, Mercon Coffee Group, Tchibo, Neumann Kaffee Gruppe, dan Volacafe).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agribisnis kopi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top