Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta, ALFI: Tak Banyak Pengaruhi E-Commerce

ALFI menilai PSBB di Jakarta tidak banya mempengaruhi pengiriman barang dari sisi e-commerce dan cenderung akan stabil.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 September 2020  |  19:34 WIB
Ilustrasi jasa kurur. Kurir Satria Antaran Prima. - sap/express.id
Ilustrasi jasa kurur. Kurir Satria Antaran Prima. - sap/express.id

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyebut pertumbuhan pengiriman ekspres dari sisi e-commerce akan cenderung tidak berubah. Sementara, pada instant courier terutama pengiriman makanan akan melonjak di tengah PSBB penuh DKI Jakarta jilid II.

Ketua DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan aktivitas logistik yang sifatnya business to customer (BtoC) atau customer to customer (CtoC) akan tumbuh kembali di tengah PSBB DKI Jakarta jilid II. Walaupun mal dan restoran tetap buka, masyarakat tetap tidak diizinkan makan di tempat (dine-in).

"Walaupun sekarang mal buka, restoran buka, tetapi tidak boleh dine-in, sehingga pengiriman last mile delivery food yang bersifat lokal akan tumbuh kembali seperti PSBB pertama. Presentasinya akan mengalami kenaikan sekitar 20-30 persen dari waktu biasa," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (14/9/2020).

Dia mencontohkan, semua orang tidak dapat makan di tempat, sehingga pengiriman makanan seperti GoFood dan GrabFood akan naik. Prediksinya, kenaikan terjadi sepekan setelah PSBB penuh diberlakukan.

Waktu tunda sepekan ini terangnya, terjadi karena masyarakat masih memiliki stok panganan karena sudah berbelanja sebelum kerja dari rumah diberlakukan. Nah, setelah stok habis baru aktivitas pengiriman makanan akan marak.

Dia juga menegaskan untuk membedakan industri pengiriman makanan ini dengan pengiriman e-commerce atau jasa pengiriman ekspres pada umumnya. Pasalnya, menurut Yukki pengiriman e-commerce cenderung stabil dan tidak ada lonjakan berarti.

Selain itu, Yukki juga menyoroti daya beli masyarakat akan akan kembali menjadi lebih rendah. Lebih banyak di rumah, praktis pendapatan masyarakat menjadi lebih rendah.

Maka, kecenderungannya masyarakat hanya membeli bahan pokok seperti makan siang, itupun terjadi setelah 3-4 hari setelah PSBB karena alasan bosan atau stok yang habis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top