Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi Chatib Basri: PSBB Berhasil jika Masyarakat Miliki Uang

Menurut studi yang dilakukan Chatib Basri, dari segi ekonomi, semakin buruk kondisi keuangan orang, semakin besar mereka meninggalkan rumah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 September 2020  |  17:04 WIB
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom Chatib Basri melakukan studi awal bersama mahasiswanya terkait efektivitas pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Studi ini membahas bagaimana kebijakan itu bisa berhasil jika dijalankan pemerintah.

Chatib menjelaskan bahwa penelitian ini mengacu pada data Google mobility. Berdasarkan perhitungannya, aktivitas masyarakat keluar rumah berbanding lurus dengan meningkatnya penyebaran Covid-19.

“Semakin tinggi orang keluar rumah semakin tinggi kasus Covid-19. Artinya protokol kesehatan tidak dipatuhi ketika orang keluar rumah,” katanya melalui akun Twitter pada Minggu (13/9/2020).

Chatib menjelaskan bahwa kenaikan jumlah kematian berdampak pada kesadaran masyarakat untuk tinggal di rumah, akan tetapi itu tidak lama, maksimal hanya lima hari.

Setelah itu mereka keluar lagi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi dua faktor, yaitu ekonomi dan psikologi.

Khusus segi ekonomi, semakin buruk kondisi keuangan orang, semakin besar mereka meninggalkan rumah. Artinya, keputusan orang tinggal di rumah ditentukan oleh kesejahteraannya.

Orang hanya bisa tinggal di rumah jika dia memilki tabungan atau mendapat bantuan sosial (bansos). Jika tidak ada tabungan atau perlindungan sosial, jangan harap mereka betah di rumah.

“Karena itu seperti saya katakan, PSBB bisa memihak kelompok menengah atas jika bansos tidak diberikan. BLT menjadi penting sekali,” jelas Chatib.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dan menerapkan kembali PSBB. Ganjil-genap untuk kendaraan akan ditiadakan.

Anies memutuskan untuk melakukan PSBB kembali setelah melihat jumlah yang terpapar Covid-19 terus meningkat. Di sisi lain ketersediaan tempat tidur ruang isolasi dan ICU semakin menipis.

PSBB kembali berlaku mulai hari ini, (14/9/2020). Kapasitas transportasi umum juga dibatasi menjadi setengah dari jumlah maksimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi chatib basri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top