Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HK Metals Utama Sebut Permintaan Kembali Melemah 

Perseroan yang memiliki fokus pada lini produksi alumunium ekstrusi ini pun mencatat permintaan dari ritel dan rumah tangga masih lebih baik dibanding dari sektor konstruksi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 14 September 2020  |  18:37 WIB
Produk stainless steel PT HK Metals Utama Tbk. -  foto hyamn.com
Produk stainless steel PT HK Metals Utama Tbk. - foto hyamn.com
Bisnis.com, JAKARTA — PT HK Metals Utama Tbk. menilai kondisi permintaan memasuki pelemahan kembali, setelah sedikit pulih pasca diberlakukannya PSBB transisi beberapa waktu lalu.
Perseroan yang memiliki fokus pada lini produksi alumunium ekstrusi ini pun mencatat permintaan dari ritel dan rumah tangga masih lebih baik dibanding dari sektor konstruksi.
Direktur Komersial Yudhi Sudarmanto mengatakan hingga September ini kondisi permintaan memang terlihat kembali melemah. Adapun indikasi positif atas meningkatnya permintaan pasar setelah PSBB awal dicabut lalu, diprediksi berasal dari kegiatan re-stock di sisi konsumen yaitu distributor, aplikator, dan para toko bangunan. 
"Kami lihat permintaan akan berpengaruh dan kondisi demand dari sektor konstruksi sangat terasa terpukul sekali dengan banyaknya project konstruksi yang sementara ditiadakan. Hal ini menyebabkan demand di sektor ini sangat menantang," katanya kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).
Sementara itu, permintaan dari sisi ritel dan rumah tangga diakuinya secara kontrarian dapat bertahan lebih baik dibandingkan dari sisi proyek konstruksi. Tetapi, tetap mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu.
Dalam hal ini, perseroan tetap melihat pasar renovasi rumah masih dapat bertahan lebih baik dan berkontribusi pada penjualaan.
Menurut Yudhi pada kuartal IV/2020, perseroan menaruh harapan terhadap strategi bisnis manufaktur yang terus digenjot. Tetapi kebijakan pemerintah dengan adanya PSBB terbaru ini tentunya akan mendorong untuk bersikap agile terhadap perubahan pasar.
Selanjutnya, pada tahun depan perseroan memasang mode bertahan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Beberapa inovasi minor akan disiapkan untuk meningkatkan daya saing di pasar. 
Tak hanya itu, efisiensi operasional akan menjadi strategi utama perseroan sehingga pada saat permintaan kembali meningkat, perseroan dapat melayani pasar dengan lebih baik. 
"Selain itu kami juga sedang melaksanakan project digitalisasi dengan tujuan mendekatkan sisi konsumen terhadap produk yang dibutuhkannya sehingga akan menjadi terobosan positif," ujar Yudhi.
Direktur Utama HK Metals Utama Ngasidjo Achmad sebelumnya mengatakan emiten bersandi saham HKMU itu memang akan memulai inisiatif digitalisasi agar dapat beradaptasi dengan pola konsumsi pasar yang berubah sejak pandemi ini.
Perseroan juga terus mempersiapkan permodalan untuk ekspansi di masa yang akan datang, khususnya di segmen aluminium ekstrusi dengan harapan pemulihan ekonomi yang terjadi pada 2021.
Di sisi lain, HKMU juga tengah mempertimbangkan untuk merevisi target kinerja. Ngasidjo menyebut perseroan mengalami tantangan dan kendalam selama pandemi. Untuk itu, revisi target akan disesuaikan pada kuartal III/2020. Hal ini untuk melihat kondisi pasar yang mulai kembali bergeliat setelah PSBB dicabut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alumunium PT HK Metals Utama Tbk.
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top