Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Pastikan Bandara Raden Inten Tidak Jadi Turun Kasta

Hal tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas surat bernomor AU.003/1/8/DRJU.DBU-2020 terkait evaluasi status bandar udara internasional
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 September 2020  |  21:14 WIB
Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan, Provinsi Lampung. - Antara
Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan, Provinsi Lampung. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan status Bandara Radin Inten II di Lampung tidak turun kasta menjadi bandara domestik alias tetap menjadi bandara internasional.

Hal tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas surat bernomor AU.003/1/8/DRJU.DBU-2020 terkait evaluasi status bandar udara internasional. Adapun, surat tersebut dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto dan ditujukan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kedelapan bandara tersebut yakni, Bandara Maimun Saleh, Sabang; RH.Fisabilillah, Tanjung Pinang; Radin Inten II, Lampung; Pattimura, Ambon, Frans Kaisiepo, Biak; Banyuwangi, Banyuwangi; Husein Sastranegara, Bandung; dan Mopah, Merauke.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyampaikan bandara tersebut akan tetap berstatus internasional untuk mendukung penerbangan haji. Namun, kata dia, untuk rute-rute penerbangan internasionalnya saja yang mungkin dipindahkan layanannya melalui kota lain.

Dia mencontohkan untuk perjalanan rute ke Malaysia dan Singapura akan berasal dari Jakarta (Bandara Soetta).Terkait hal ini, pihaknya sedang mengkaji dengan kementerian lainnya.

“Tidak turun kasta, tetap internasional kami support penerbangan haji. Hanya rute-rute internasionalnya yang saat ini kami bicarakan lebih detail dengan kementerian lainnya untuk dialihkan missal ke Malaysia –Singapura dari Jakarta,”jelasnya, Kamis (18/9/2020).

Sebelumnya, Novie juga mengatakan surat itu bukan berbentuk SE tetapi surat biasa dari pimpinan Ditjen Hubud kepada Pimpinan Kementerian perhubungan.

Surat tersebut, lanjutnya juga bersifat internal dan belum menjadi surat resmi karena tidak dilengkapi dengan tanggal, sehingga belum bisa menjadi referensi.

Novie menjelaskan pengkajian status bandara termasuk penentuan bandara hub dan super hub masih berlangsung antar departemen dan belum selesai.

Berdasarkan paparannya memang terdapat usulan sebanyak tiga bandara super hub dan 10 bandara primer hub. Bahkan Bandar Udara Sam Ratulangi diproyeksikan sebagai bagian dari 11 bandar udara hub primer.

Sementara itu Bandar Udara super hub sebagai nomenklatur baru yang diproyeksikan terhadap 3 klaster kawasan strategis, Bali, Balikpapan, dan likupang/Manado yang dilayani oleh bandara BPN, MDC, dan DPS termasuk rencana Bali Utara.

"Rencananya memang demikian tetapi keputusan belum tahu. Keputusan final melibatkan Pak Menko Kemaritiman dan Investasi [Luhut Binsar Pandjaitan], kementerian terkait, juga Bappenas," tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub bandara
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top