Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berlaku Akhir September, Skema Penurunan Biaya Logistik BP Batam masih Digodok

Badan Pengusahaan (BP) Batam masih menggodok skema penurunan tarif logistik, yang dijadwalkan berlaku akhir September 2020 di kawasan perdagangan Batam.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 10 September 2020  |  15:47 WIB
Kegiatan Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Bobi Bani.
Kegiatan Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam masih menggodok skema penurunan tarif logistik, yang dijadwalkan berlaku akhir September 2020 di kawasan perdagangan Batam.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan skema penurunan tarif logistik keluar masuk Batam. Skema penurunan tersebut rencananya akan direalisasikan pada akhir September 2020.

Rencana penurunan biaya logistik pada akhir September 2020 ini, sesuai dengan janji Rudi pada kalangan dunia usaha di Batam yang meminta hal tersebut segera direalisasikan.

"Masih ada waktu sampai akhir September, kami lagi siapkan skemanya," kata Rudi, yang juga Wali Kota Batam tersebut, Kamis (10/9/2020).

Terkait dengan detil skema penurunan tarif logistik, Rudi mengatakan saat ini tengah dibahas oleh tim BP Batam yang dipimpin oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin. Hasil kerja dari tim ini, nantinya akan menentukan berapa besaran penurunan biaya logistik pada akhir September nanti.

"Lebih spesifik tanya pak Syahril," tuturnya.

Rudi melanjutkan, penurunan tarif biaya logistik ini memang menjadi harapan pengusaha saat dirinya pertama menjabat sebagai Kepala BP Batam pada September 2020 lalu. Jika sesuai dengn janjinya, maka penurunan tarif logistik terealisasi dalam 1 tahun masa jabatan Rudi sebagai Kepala BP Batam.

Saat ini, biaya pengiriman peti kemas 20 feet, pengusaha harus mengeluarkan biaya US$470 dengan perjalanan 3 jam. Sementara pengiriman barang dari Jakarta ke Singapura dengan ukuran yang sama, hanya membutuhkan biaya US$250 dengan perjalanan mencapai 3 hari.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan menuturkan, mahalnya biaya logistik keluar masuk Batam sangat mempengaruhi pilihan investor untuk berinvestasi. Sehingga upaya untuk membuatnya kompetitif dengan daerah perdagangan sejenis dengan Batam harus segera dilkukan.

"Investor banyak memiliki perbandingan, walaupun Batam punya FTZ yg memang menarik, tapi mereka tetap membandingkan dengan daerah lain. Mereka akan melihat faktor safety, kemudian cost. Biaya logistic kita sangat mahal tidak masuk akal, hal inilah yang perlu kita sikapi," kata Abidin yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Apindo Kepri ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam bp batam
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top