Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masih Ada Harapan, Pengusaha Ramal Ekonomi Tak Seburuk PSBB Jilid I

Dunia usaha berharap banyak keputusan PSBB kali ini bakal berdampak signifikan terhadap pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 September 2020  |  17:21 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani, memberikan paparan pada Indonesia-Korea Business Dialogue di Tangerang, Senin (6/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani, memberikan paparan pada Indonesia-Korea Business Dialogue di Tangerang, Senin (6/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani memperkirakan kinerja ekonomi sepanjang PSBB pada 14 September mendatang berpeluang tak seburuk  implementasi PSBB pertama.

Perkiraan ini dilandasi pengalaman masyarakat dan dunia usaha yang menghadapi kondisi serupa pada PSBB jilid I. Dengan demikian, blunder-blunder koordinasi yang ditemukan pada PSBB kala itu bisa diminimalisir dan usaha yang tetap beroperasi bisa bekerja dengan maksimal.

“Sebagian besar pelaku usaha sudah melakukan transisi ke online trading dan remote working secara maksimal serta sudah terbiasa mengatasi aktivitas tersebut sehingga kinerja tidak terlalu drop meski permintaan pasar domestik secara agregat cenderung turun,” kata Shinta saat dihubungi Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Dia pun menaruh harap kinerja ekspor pada PSBB nanti tetap dapat tumbuh positif selama tidak ada gangguan dari sisi logistik maupun produksi sehingga kinerja ekonomi nasional bisa dibantu oleh perbaikan permintaan pasar global yang memiliki tren positif seiring dengan normalisasi kegiatan ekonomi.

Meski demikian, Shinta memberi catatan bahwa proyeksi ini tidak berlaku secara sektoral karena terdapat sektor-sektor yang akan menghadapi penurunan kinerja yang amat drastis. Seperti sektor ritel, jasa transportasi umum, dan sektor jasa lainnya yang sempat diizinkan beroperasi selama PSBB transisi meski dengan pembatasan operasional.

“Sektor-sektor tersebut dampaknya akan sangat immediate. Jadi, begitu diberlakukan Senin, penurunan kinerjanya akan langsung terasa pada detik itu juga. Sementara sektor lain penurunannya akan bervariasi antara 30 sampai 80 persen tergantung jenis output-nya,” lanjut Shinta.

Oleh karena itu, dalam penerapan PSBB kali ini pengusaha berharap hasil yang dicapai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya benar-benar dapat mengendalikan penyebaran Covid-19. Semakin cepat pengendalian mendekati 0 kasus Covid-19 dan normalisasi ekonomi dicapai, Shinta menyatakan dunia usaha akan mendukung.

“Kami harap Pemprov DKI memastikan pelaksanaan PSBB kali ini betul-betul sukses menihilkan penyebaran Covid-19 sebelum pertengahan kuartal IV. Kalau tidak, proyeksi peningkatan kinerja di kuartal IV juga akan turun dan kinerja ekonomi nasional 2020 akan lebih pesimistis dari yang sudah diproyeksikan,” kata Shinta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top