Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maskapai Nasional Mulai Terbangi Wilayah China

Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batik Air mulai melayani rute China khusus penerbangan sewa untuk mengakomodir permintaan repatriasi yang tinggi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 September 2020  |  15:41 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah maskapai nasional, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batik Air mulai melayani rute China khusus penerbangan sewa untuk mengakomodir permintaan repatriasi yang tinggi.

Tim Corporate Communication Sriwijaya Air menjelaskan layanan penerbangan ke Hangzhou, China telah dibuka tetapi hingga saat ini masih berupa charter/sewa untuk kepentingan repatriasi.

“Baru-baru ini kami memang melayani rute ke China, yakni Hangzhou dan belum untuk Wuhan. Ketentuan charter tetap kami patuhi sesuai regulasi pemerintah Indonesia dan China dengan batas kapasitas penumpang sesuai kesepakatan penyewa dan tim,” jelas Sriwijaya kepada Bisnis.com, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu Corporate Communication Danang Mandala Prihantoro mengatakan saat ini baru Batik Air yang membuka rutenya kembali dan telah mengantongi izin sesuai aturan otoritas tujuan ke Kota Nanning secara pergi pulang (pp).

Selain itu, maskapai milik Rusdi Kirana tersebut juga akan melayani penerbangan dari Jakarta ke Taipei, Taiwan mulai 1 September 2020. Sementara, untuk Lion Air belum membuka layanannya sama sekali ke China.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebutkan masih memonitor pembukaan rute ke Wuhan dan menyesuaikannya dengan aturan dari otoritas setempat. Negeri Panda, tekannya,memperbolehkan saru maskapai untuk satu kota dengan rute satu minggu sekali.

Oleh karena itu, maskapai pelat merah tersebut saat ini telah membuka layanannya ke Chengdu sedangkan Citilink ke Kunming.

“Saat ini klasifikasinya charter flight. Permintaannya lumayan. Namun kami masih lihat soal Wuhan. Ini soal aturan dari China,” katanya.

Berdasarkan informasi dari China Daily, saat ini rute penerbangan internasional tujuan Wuhan akan dibuka kembali pada pertengahan September. Permintaan penerbangan langsung dibuka menuju Bandar Udara Internasional Tianhe di Wuhan, Provinsi Hubei, di antaranya dari Seoul, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, Hanoi, Sihanouk, Tokyo, Jakarta, dan Singapura.

Sementara itu, penerbangan internasional langsung ke Beijing juga sudah dibuka secara bertahap mulai Kamis (3/9/2020) setelah ditutup untuk menekan penyebaran Covid-19. Sembilan penerbangan langsung tujuan Beijing dari delapan negara, yakni Thailand, Kamboja, Pakistan, Yunani, Denmark, Austria, Swedia, dan Kanada.

Kebijakan ketat akan diberlakukan untuk mengurangi risiko kasus impor Covid-19 seperti membatasi bagasi penumpang. Untuk mencegah kasus impor, semua penerbangan internasional juga akan dialihkan ke beberapa kota lain seperti kebijakan yang diberlakukan sejak 23 Maret 2020.

Selanjutnya para penumpang akan menjalani tes asam nukleat dan jika dinyatakan bebas, maka diizinkan melanjutkan penerbangan ke Ibu Kota China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top