Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Tapera Diklaim Bakal Tekan Backlog Perumahan

BP Tapera optimistis program tersebut dapat mengurangi backlog atau defisit rumah, yang mencapai 7,64 juta unit pada awal 2020.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 September 2020  |  20:58 WIB
Deretan rumah tapak di Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018)./Bisnis - Rachman
Deretan rumah tapak di Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018)./Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat optimistis program Tapera dapat mengurangi backlog atau defisit rumah.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan mencapai 7,64 juta unit pada awal 2020 yang terdiri atas 6,48 juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non-fixed income, 1,72 juta unit rumah untuk MBR fixed income, dan 0,56 juta unit rumah untuk non-MBR.

Lalu, backlog perumahan juga terjadi pada rumah tidak layak huni (RTLH) ini sebanyak 2,36 juta unit rumah terdiri atas backlog RTLH 2015 hingga 2019.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan dengan bergabung dalam program tersebut, pihaknya bisa mengetahui kebutuhan ruma dari sisi permintaan atau masyarakat. Selama ini yang terjadi bukan di sisi suplai atau pasokan rumah, tetapi juga dari sisi demand mengalami backlog rumah.

"Dengan bergabung Tapera, demand side bisa tahu kantong-kantong mana saja atau provinsi mana saja yang memerlukan rumah. Pengembang tahu daerah mana yang butuh rumah, jadi mereka enggak bangun rumah yang enggak ada demandnya. Ini tentu bisa mengurangi backlog," ujarnya pada dialog Bisnis Indonesia pada Rabu (9/9/2020).

Nantinya, para peserta Tapera yang rutin menabung selama 12 bulan mendapatkan akses pembiayaan. Peserta mengajukan ke BP Tapera, peserta dapat memilih bank mana yang akan digunakan untuk membiayai.

Lalu peserta melihat rumah dan tentu melihat spek rumah sesuai yang disyaratkan atau layak huni. Setelah itu, BP Tapera berkoordinasi dengan perbankan untuk menghitung kelayakan mengangsur selama 10 tahun. Apabila bank setuju, peserta dapat langsung membeli rumah dan tentu dapat segera dihuni.

"Jadi, suplai rumah dari developer. Ini dapat memudahkan bagi yang belum punya rumah. Peserta bisa memilih mau bank apa, lalu tugas bank itu melakukan verifikasi dan administrasi. Kami tentu ada perjanjian kerja sama dengan bank untuk penyaluran dana Tapera," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan Tapera
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top