Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BP Tapera : Dana Tabungan Perumahan Tidak Akan Fraud

Komisioner BP Tapera menyatakan pengelolaan dana tabungan perumahan oleh lemga atersebut tidak akan mengalami fraud.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 September 2020  |  19:44 WIB
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatra Selatan./Antara - Nova Wahyudi
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatra Selatan./Antara - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjamin dana tabungan yang dikelola tidak akan mengalami fraud.

Komisioner BP Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Adi Setianto mengatakan BP Tapera tentu memilih manajer investasi yang bagus di mana dana yang harus diinvestasikan melalui instrumen pasar modal yang aman yakni government bond ataupun bond yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang perumahan.

"Insya Allah portofolionya terukur dan akan aman serta transparan. Para peserta dapat mengecek langsung investasinya di mana. Kami juga wajib lapor ke peserta," ujarnya dalam dialog yang diselenggarakan Bisnis Indonesia pada Rabu (9/9/2020).

Tentu, lanjutnya, invetasi ini akan ditanamkan yang memberikan keuntungan 6 persen hingga 7 persen sehingga memiliki margn. "Ini nirlaba dan mengelola BP Tapera ada dana pemerintah, kita putar hasilnya untuk operasional."

Nantinya, lembaga, kementerian, perusahaan, dan TNI/Polri wajib mendaftarkan pegawainya untuk menjadi peserta BP Tapera. Pada tahun pertama, BP Tapera akan fokus kepada ASN (aparatur sipil negara).

Prinsipnya Tapera ini wajib menabung di mana dibagi beberapa kelompok kerja yakni ASN, pegawai BUMN dan BUMD, TNI dan Polri, lalu pegawai swasta, wiraswasta, dan WNA yang telah bekerja selama 6 bulan. Khusus untuk pegawai swasta, ada aturan setelah 7 tahun PP diterbitkan baru swasta wajib peserta Tapera.

"Untuk sementara, kami fokus melayani ke ASN, TNI, Polri, BUMN, BUMDES, dan juga eks Bapertarum. Kalau yang mandiri atau swasta mau mulai nabung ya monggo. Perusahaan daftar di kita, kita bangun kredibilitas yang layak melalui ASN yang menjadi peserta pertama. Mereka puas dan menikmati, baru peserta yang lain," tuturnya.

Pihaknya juga akan mengelola dana eks-Bapertarum (Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan) PNS yang tengah diperiksa oleh Kementerian Keuangan. Nantinya, 10.000 peserta eks-Bapertarum diberi pembiayaan untuk membeli rumah yakni sekitar Rp100 juta per peserta.

"Mereka bisa memilih di stock market, ini menunggu pengalihan dana, kalau dilakukan pengalihan di November ya, rumahnya dilakukan awal Dedember. Kalau pengalihannya tahun depan ya tahun depan. Jadi 10.000 peserta ASN eks-Bapertarum ini jadi proyek perdana di mana mereka sudah lama menabung, kami kelola," ucapnya. 

Dia menambahkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di atas Rp8 juta juga wajib menabung di BP Tapera. Adapun besarannya sebesar 3 persen dari penghasilan atau maksimal Rp8 juta.

"Kalau peserta pensiun, kami kembalikan dananya beserta hasil pengembangannya. Nanti setelah dikembalikan mau ikut nabung lagi, bisa. Untuk peserta yang meninggal kami berikan ke ahli waris. Intinya gotong royong. Mereka yang beruntung yang punya rumah pertama bisa membantu yang kurang beruntung yang belum punya rumah pertama," kata Adi.

Dia menuturkan bagi peserta yang telah memiliki rumah pertama, nantinya dapat meminjam dana di BP Tapera untuk melakukan renovasi. Selain itu, bagi yang memiliki lahan juga dapat membangun rumah sendiri.

"Kalau gajinya di atas Rp8 juta, ikut BP Tapera bisa mencari rumah di perbankan dengan bunga yang lebih rendah dari bunga komersil," ujarnya.

Adi berpesan untuk memiliki rumah pertama per membiasakan menabung. BP Tapera siap mewujudkan rumah pertama berbasis gotong royong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan bp tapera
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top