Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agar Terhindar Penipuan Saat Belanja Online, Ini Tips ala Kementerian Perdagangan

Konsumen lebih cerdas dalam melakukan transaksi pembelian secara daring atau online di tengah pandemi corona. Harapannya, konsumen terhindar dari tindak penipuan yang kian marak dilakukan oleh oknum penjual online.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 03 September 2020  |  16:03 WIB
Ilustrasi belanja online / Istimewa
Ilustrasi belanja online / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi virus corona atau covid-19, perilaku masyarakatkan semakin bergeser misalnya dalam berbelanja. Konsumen lebih banyak memilih untuk membeli barang melalui daring.

Karena teknologi yang semakin canggih, justru konsumen perlu berhati-hati karena banyaknya kasus penipuan berkedok jualan online melalui media sosial.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono meminta konsumen lebih cerdas dalam melakukan transaksi pembelian secara daring atau online di tengah pandemi corona. Harapannya, konsumen terhindar dari tindak penipuan yang marak dilakukan oleh oknum penjual online.

"Pola perilaku konsumen bergeser melalui sistem digital. Tapi pengaduan atas penipuan kami cukup banyak. Maka konsumen harus cerdas dalam melakukan transaksi secara online," kata Veri dalam webinar Hari Konsumen Nasional 2020 Kamis (3/9/2020).

Menurut Veri, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya.

Pertama, teliti dalam melakukan pembelian online. Kedua, pilih online shop yang terpercaya. Ketiga, cek profil penjual. "Seperti perhatikan rating penjualan dan pastikan apakah sudah masuk dalam yang direkomendasikan e-commerce," paparnya.

Keempat, melihat komentar konsumen sebelumnya. Hal tersebut penting sebagai referensi sebelum melakukan transaksi.

Kelima, memperhatikan barang yang dijual, antara lain dengan membaca secara detail atas deskripsi produk yang disajikan penjual.Terakhir, memperhatikan harga barang yang dijual. "Konsumen tidak boleh terjebak atas diskon dengan nilai terlalu tinggi," ujarnya.

Selain itu, Veri juga mengimbau konsumen untuk berani melapor apabila merasa dirugikan. Yakni, dengan melakukan komplain terhadap penjual atau pihak e-commerce. Konsumen juga dapat melaporkan langsung ke Kementerian Perdagangan. Di antaranya melalui layanan Whatsapp 0853-1111-1010 atau layanan E-mail pengaduan.konsumen@kemendag.go.id.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top