Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Pasrahkan Digitalisasi Terminal ke Pemprov DKI

Kemenhub menyerahkan digitalisasi terminal kepada Pemprov DKI Jakarta, khususnya untuk Terminal Pulo Gebang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 September 2020  |  14:58 WIB
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan digitalisasi terminal kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melakukan pilot project di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Padahal, percepatan teknologi low touch diperlukan di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menyerahkan pilot project atau proyek percontohan terminal digital kepada Pemprov DKI dan Terminal Pulo Gebangnya.

"Pilot project-nya ini ada di DKI, DKI yang akan melakukannya di Pulo Gebang, nanti kalau sudah selesai, nanti itu yang dijadikan [contoh untuk yang lain], itu belum selesai, hanya untuk terminal tipe A," katanya, Senin (31/8/2020).

Di sisi lain, upaya integrasi tiket bus terutama antarkota antarprovinsi (AKAP) diakuinya terganjal ego sektoral dari masing-masing perusahaan otobus (PO).

Menurutnya, banyak PO yang merasa hebat sehingga tidak mau dikoordinasikan dengan PO lainnya. Walhasil, ini menjadi hambatan utama membentuk platform penjualan tiket terintegrasi bagi angkutan darat tersebut.

"Idealnya mestinya begitu [tiket bus online], tapi ada ego sektoral, ini yang harus direduksi. Sektoral pengusaha bus tidak mau dikoordinasikan, jadi maunya sendiri misalnya Budiman, mau sendiri, Sinar Jaya karena merasa hebat mau sendiri," ujarnya.

Dia menyebut nantinya ketika penggunaan platform tiket online sudah diwajibkan, seluruh PO harus mengikuti aturan dan menjadi bagian dari digitalisasi tiket bus tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Pemprov DKI terminal bus
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top