Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Tol Cibitung-Cilincing Tetap Ditargetkan Rampung Maret 2021

Target penyelesaian jalan tol ruas Cibitung-Cilincing belum dubah meskipun kegiatan konstruksi untuk sementara masih dihentikan setelah terjadi kecelakaan kerja pada 16 Agustus lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  13:36 WIB
Ketua RT 03 RW 006, Kelurahan Marunda, Kartim Franky Yanto, menunjukkan proyek konstruksi ambruk pada pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing di Jalan Kampung Sungai Tiram, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. - Antara
Ketua RT 03 RW 006, Kelurahan Marunda, Kartim Franky Yanto, menunjukkan proyek konstruksi ambruk pada pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing di Jalan Kampung Sungai Tiram, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Komite Keselamatan Konstruksi melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti kecelakaan kerja di proyek tol Cibitung-Cilincing, serta tetap menargetkan konstruksi proyek ini selesai tepat waktu.

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan sebagai tindak lanjut adanya kejadian kegagalan konstruksi sistem scaffolding pile head pada kecelakaan kerja tersebut, proses evaluasi bersama Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR sudah dilakukan pada 19 Agustus 2020.

"Evaluasi tersebut mencakup evaluasi detail serta perbaikan terhadap perencanaan teknis sistem scaffolding yang digunakan, standar operasional orosedur [SOP] pengendalian dan pengawasan oleh kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi," ujarnya.

Danang menambahkan meski telah terjadi kecelakaan kerja, proyek jalan tol Cibitung–Cilincing ditargetkan tetap dapat diselesaikan konstruksi dan dapat dioperasikan sesuai target pula yaitu pada Maret 2021.

Pihaknya telah mengingatkan kepada BUJT dan kontraktor agar pelaksanaan konstruksinya harus tetap memenuhi standar mutu hasil pekerjaan, sesuai ketentuan persyaratan dan spesifikasi teknis jalan tol serta memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sebelumnya pemegang konsesi proyek jalan tol Cibitung-Cilincing, PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways, mengaku masih menghentikan pekerjaannya selepas terjadinya kecelakaan kerja di seksi 4 pada 16 Agustus 2020.

Thorry Hendrarto, Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), menjelaskan pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi.

"Saat ini pelaksanaan konstruksi sementara masih dihentikan. Kami masih menunggu rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (28/8/2020).

Thorry menjelaskan perseroan selaku badan usaha jalan tol, bersama dengan kontraktor dan konsultan supervisi, masih terus melakukan evaluasi, kajian dan penyusunan rencana tindakan perbaikan dan pencegahan. Langkah ini diambil agar kejadian kecelakaan kerja yang sama tidak terulang.

Sementara itu, untuk target penyelesaian proyek jalan tol ini masih dievaluasi. "Namun, sejauh ini kami belum akan mengubah target penyelesaian keseluruhan proyek jalan tol Cibitung–Cilincing."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol kecelakaan kerja
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top