Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Jamin Akuisisi Tambang Batu Bara Tidak Mengganggu Bisnis inti

Akuisisi tambang batu bara dilakukan hanya untuk melengkapi suplai batu bara dari kontrak jangka panjang PLN dengan produsen batu bara.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  19:39 WIB
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa - PLN
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN memastikan strategi akuisisi tambang batu bara untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara kebutuhan PLTU tidak akan mengganggu fokus bisnis utama BUMN itu.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa akuisisi tambang batu bara dilakukan hanya untuk melengkapi suplai batu bara dari kontrak jangka panjang PLN dengan produsen batu bara.

"Kalau disampaikan seolah-olah kami masuk ke sana [usaha tambang batu bara], kami hanya memastikan PLTU-PLTU kecil kami di tempat terpencil yang mungkin supplier kami tidak berminat, itu kami sediakan sendiri," kata Zulkifli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (25/8/2020).

Anggota Komisi VII DPR Willy Joseph sempat mengkritik strategi PLN mengakuisisi tambang batu bara. Dia menilai upaya tersebut bisa mengganggu fokus PLN dalam menjalankan tugas utamanya melistriki seluruh pelosok Indonesia.

"Kepemilikan saham di batu bara ini perlu ditinjau lagi. PLN bisa sibuk dan kuasai tambang-tambang, nanti malah PLN enggak fokus. Cukup beli saja, tidak perlu punya share," ujar Willy.

Guna memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk PLTU, ada tiga program akuisisi tambang yang dilakukan PLN. Pertama, program akuisisi tambang untuk penyediaan batu bara PLTU mulut tambang (MT). PLN telah melakukan akuisisi tambang untuk PLTU MT Jambi-1 (2x300 MW). Sebagian saham tambang telah dimiliki oleh PLN Group dan saat ini telah berproduksi 2,3 juta ton.

Kemudian, akuisisi tambang untuk PLTU MT Kalselteng-3 (2x100 MW). Sebagian saham tambang telah dimiliki oleh PLN Group dan saat ini dalam tahap pembebasan dan sertifikasi lahan.

Kedua, program akuisisi tambang berikut infrastruktur pendukung untuk keamanan pasok dan efisiensi biaya penyediaan batu bara.

"Di Sumatra Selatan, sebagian saham tambang dimiliki PLN Group dan saat ini telah berproduksi 700.000 ton. Kemudian, PLTU Meulaboh 3—4 [2x200 MW], saat ini dalam tahap kajian oleh pihak independen untuk valuasi tambang," kata Zulkifli.

Ketiga, program kerja sama tambang untuk pemanfaatan batu bara lokal yang dekat dengan PLTU Nagan Raya 1—2. Zulkifli menuturkan, saat ini rencana program ini masih dalam tahap kajian pihak ahli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN tambang batu bara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top