Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPS : Kinerja Impor Indonesia Juli 2020 Turun 32,55 persen

BPS menyatakan impor penggunaan barang mengalami penurunan serentak dengan kontribusi terbesar dipimpin oleh penurunan bahan baku/penolong 34,46 persen, impor barang modal turun 29,25 persen, dan impor barang konsumsi turun 24,11 persen yoy.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  11:41 WIB
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Juli 2020 turun 32,55 persen menjadi US$15,52 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, jika dibandingkan dengan Juni tahun ini (month to month), nilai impor Juli 2020 tercatat turun tipis 2,73 persen dari posisi Juni 2020 sebesar 10,76miliar.

"Nilai impor dibandingkan Juli 2019 turun 32,55 persen. Jadi dari gambaran ini, masih dilihat bahwa kita belum kembali ke normal. Penurunan impor karena impor nonmigas dan migas [turun]," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers daring, Selasa (18/8/2020).

Dia merinci impor penggunaan barang mengalami penurunan serentak dengan kontribusi terbesar dipimpin oleh penurunan bahan baku/penolong 34,46 persen, impor barang modal turun 29,25 persen, dan impor barang konsumsi turun 24,11 persen yoy.

Adapun, nilai akumulasi impor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2020 mencapai US$90,12 miliar atau turun 6,21 persen dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$96,09 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan impor
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top