Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stimulus Listrik Diharapkan Pacu Pertumbuhan Konsumsi Listrik

Dengan penguatan stimulus pemerintah, tren konsumsi listrik diharapan semakin naik karena konsumsi listrik Juli 2020 sudah melewati angka psikologis 20 TWh.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  13:29 WIB
Petugas PLN melakukan pemeriksaan listrik. Istimewa - PLN
Petugas PLN melakukan pemeriksaan listrik. Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap stimulus keringanan tagihan listrik dapat mendorong pertumbuhan konsumsi listrik PLN.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi memaparkan, sejak Covid-19 merebak konsumsi listrik turun tajam, terutama pada Mei 2020 yang turun hingga 10,73 persen. Memasuki Juni-Juli 2020, pertumbuhan konsumsi listrik berangsur membaik.

Pada Juli 2020, realisasi penjualan listrik PLN tercatat mencapai 20,19 terawatt hour (TWh) atau turun 2,01 persen bila dibandingkan Juli 2019.  Namun, secara akumulasi Januari-Juli 2020, pertumbuhan konsumsi listrik PLN tercatat mencapai 138,63 TWh atau naik 0,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Bagi kami ini membahagiakan walaupun sampai Juli year-on-year cuma tumbuh 0,51 persen.  Dengan kondisi perekonomian yang cenderung minus, konsumsi listrik masih dalam batas positif," ujar Hendra dalam webinar, Selasa (18/8/2020).

Pertumbuhan konsumsi paling tinggi berasal dari sektor pelanggan rumah tangga yang tumbuh hingga 10,08 persen.  Peningkatan juga terjadi pada golongan traksi, curah, dan pelayanan khusus yang naik 40,16 persen.  Adapun, sektor pemerintah hanya tumbuh 0,71 persen, seiring dimulainya aktivitas di kantor.  

Sementara itu, konsumsi listrik di sektor bisnis tercatat turun 7,43 persen, industri turun 8,22 persen, dan sosial turun 1,64 persen.

Hendra berharap tren pertumbuhan listrik ini akan berlanjut seiring telah diberlakukannya kebijakan stimulus keringanan tagihan listrik yang diberikan kepada pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi, pelanggan UMKM (bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA ), serta pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus.

"Mudah-mudahan di Agustus, September, Oktober ini dengan penguatan stimulus pemerintah, tren konsumsi listrik makin naik karena [konsumsi listrik Juli 2020] sudah melewati angka psikologis 20 TWh.  Ini tren positif," katanya.

 





Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik stimulus konsumsi listrik
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top