Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Jokowi: Perekonomian Ibarat Komputer, Sedang Hang

Menurut Presiden, krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  10:02 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Maruf Amin bersiap memasuki Gedung Kura-Kura untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Maruf Amin bersiap memasuki Gedung Kura-Kura untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengibaratkan perekonomian negara -negara di dunia yang tengah tertekan akibat pandemi Covid-19 seperti komputer yang sedang macet.

Menurut Presiden, krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen sampai minus 20 persen.

"Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting," papar Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Paripurna DPR/MPR, Jumat (14/8/2020).

Dalam situasi ini, Jokowi menilai kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19.

Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737.000 jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi krisis ekonomi Virus Corona Sidang Tahunan MPR
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top