Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Gaji ke-13 dan Bantuan Tunai, Konsumsi tetap Tertahan

Konsumsi pada kuartal ketiga diperkirakan masih akan tumbuh negatif meski pemerintah tengah mengejar pencairan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan penyaluran subsidi gaji bagi pekerja swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  04:35 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memantau protokol kesehatan salah satu pusat perbelanjaan di masa adaptasi kebiasaan baru. - Antara\n\n
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memantau protokol kesehatan salah satu pusat perbelanjaan di masa adaptasi kebiasaan baru. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumsi pada kuartal ketiga diperkirakan masih akan tumbuh negatif meski pemerintah tengah mengejar pencairan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan penyaluran subsidi gaji bagi pekerja swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyatakan pencairan gaji ke-13 PNS maupun subsidi gaji memang dapat mengurangi tekanan perlambatan konsumsi rumah tangga. Hanya saja, daya pacu langkah itu tetap bakal minim tanpa didukung dengan dengan dorongan belanja kelas menengah ke atas dengan daya beli baik dan cenderung memiliki dana simpanan yang besar.

“Tanpa itu dampak keseluruhan mungkin akan moderat. Artinya konsumsi triwulan ketiga bisa saja masih minus,” ujar Eko saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Eko berpendapat daya beli kelompok rentan miskin dan miskin yang disasar berbagai bantuan pun tetap akan rendah. Kelompok ini cenderung lebih rasional dan menahan diri untuk mengeluarkan dana untuk konsumsi.

“Mereka menahan diri untuk konsumsi lebih banyak karena kasus Covid-19 masih meningkat,” kata Eko.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bantuan kepada kelompok pekerja diberikan karena pemerintah menyadari bahwa dampak ekonomi akibat pandemi meluas dan tak hanya membuat kelompok rentan kehilangan daya beli. Menurutnya, dampak Covid-19 juga dirasakan oleh kelompok berpenghasilan, namun pemasukannya berkurang akibat kondisi perusahaan yang terdampak pandemi.

“Ada segmen masyarakat yang unik, mereka masih bekerja dan tidak di-PHK, tapi karena kondisi perusahaan buruk mereka dirumahkan atau gajinya dipotong. Jadi kelompok ini diberi bantuan untuk melengkapi program bansos yang diberikan ke segmen yang sudah diberikan,” kata Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumsi konsumsi rumah tangga Gaji ke-13
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top