Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

30 Unit Apartemen Crown Group di Melbourne Ditawarkan ke Indonesia

Crown Group menawarkan properti yang mereka bangun di Melbourne, Australia, untuk para pembeli di Indonesia.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  16:58 WIB
Salah satu properti karya Crown Group. - CrownGroup.co.au
Salah satu properti karya Crown Group. - CrownGroup.co.au

Bisnis.com, JAKARTA – Crown Group menargetkan 30 unit apartemen yang dibangun di Melbourne, Australia, akan ditawarkan perdana kepada Indonesia mulai November mendatang.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia Tyas Sudaryomo mengatakan berdasarkan aturan dari 152 unit apartemen yang akan dibangun sebesar 30 persen atau 45 unit dapat dipasarkan untuk pembeli warga negara asing.

"Kuota untuk pasar Indonesia paling banyak yakni 30 unit dari total 45 unit untuk pasar mancanegara di luar Australia. Sisa 15 unit lainnya dibagi untuk pasar lain di Asia seperti Jepang, China, Malaysia, dan sebagainya," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (11/8/2020).

Tyas optimistis apartemen di Melbourne akan diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Harga apartemen ini mulai dari Rp5,6 miliar untuk tipe studio berukuran 44 meter persegi.

Adapun dari 30 unit apartemen tersebut Crown Group mengincar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar dari penjualan marketing produk apartemen yang dipasarkan di Indonesia. Apartemen terbaru ini berlokasi di kawasan Southbank, Melbourne, Negara Bagian Victoria, Australia.

Sales Manager Crown Group Indonesia Reiza Arief menuturkan sejak 2016 konsumen asal Indonesia selalu menempati posisi ketiga pembeli asing terbanyak di Australia. Sebelumnya, Indonesia hanya masuk dalam lima besar.

Hal ini menyusul terjadinya perlambatan investasi yang dilakukan pembeli asal China yang sebelumnya sangat gencar membelanjakan uangnya di sektor properti Australia ini. "Seiring dengan proyeksi pertumbuhan harga properti di Melbourne sekitar 4,6 persen, terutama di Southbank, hingga akhir 2020."

Dia mengemukakan tawaran yield dan gain dari investasi properti juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Tawaran keuntungan (gain) investasi sebesar 5,7 persen dari harga jual unit juga ikut memengaruhi mengapa pembeli asing tertarik masuk pasar Australia.

"Tawaran imbal hasil dari pasar sekunder sewa, saat ini rerata mencapai Rp6 juta per minggu untuk tipe medium. Untuk harga sewa tentu kami terus lakukan evaluasi harga per 12 bulan," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti australia
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top