Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Tegaskan Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19 Sudah Disiapkan

Menteri Keuangan menegaskan pihaknya telah mencadangkan anggaran tahun ini dari anggaran Kementerian Kesehatan yang tidak terserap dan memasukan anggaran khusus dalam APBN 2021.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  15:29 WIB
Relawan dan Tenaga Kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Rachman
Relawan dan Tenaga Kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah akan mendukung pengadaan vaksin Covid-19 dalam bentuk anggaran untuk tahun ini dan tahun depan.

Sri Mulyani menuturkan pihaknya telah meminta satuan tugas Covid-19 untuk koordinasi pengadaan Covid-19. Dalam rapat terakhir, satuan tugas tengah mendata lembaga mana saja yang akan menghasilkan vaksin, jumlah produksinya dan harganya, serta jumlah kebutuhan pada 2020 dan 2021.

"Kita akan terus mendukung mereka untuk menghasilkan vaksin Indonesia," ungkap Sri Mulyani dalam media briefing, Senin (10/8/2020).

Adapun, satuan tugas telah mendata Bio Farma akan mengadakan vaksin Covid-19 melalui dua jalur, yakni jalur kerja sama dengan China dan melalui payung Gates Foundation.

Selain itu, ada perusahaan swasta Kalbe Farma yang juga melakukan kerja sama dengan pihak dari China dan lembaga riset Eijkman yang didukung oleh Kemenristek. Vaksin Eijkman tersebut diberi nama vaksin Merah Putih.

Sri Mulyani memperkirakan kebutuhan vaksin ini akan sangat banyak dan proses pengadaannya akan sangat rumit, terlebih lagi vaksin harus dijalankan dalam lebih dua tahapan.

Oleh karena itu, dia menuturkan pihaknya telah mencadangkan anggaran tahun ini dari anggaran Kementerian Kesehatan yang tidak terserap dan memasukan anggaran khusus dalam APBN 2021.

Namun, dia enggan mengungkapkan berapa nilainya karena belum ada harga pasti terkait dengan vaksin tersebut.

"Kita cadangkan saja berdasarkan estimasinya," tegasnya.

Namun, Sri Mulyani mencatat usulan terbaru di bidang kesehatan mencapai Rp23,3 triliun, sebagian akan dipakai untuk pengadaan vaksin. Sisanya, pemerintah akan perpanjangan insentif bagi tenaga kesehatan, perluasan pemberian insentif bagi tenaga non-kesehatan dan tambahan dukungan bagi rumah sakit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani vaksin Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top