Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eni Punya Peluang Masuk ke Proyek IDD, tetapi …

Menurut Kepala SKK Migas, dalam konsorsium di proyek IDD, terdapat perusahaan besar yang dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni, yakni Eni.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  16:31 WIB
Ilustrasi: Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg
Ilustrasi: Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan migas asal Italia, Eni dinilai memiliki posisi yang baik untuk melanjutkan proyek Indonesia Deep Water Development.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa pada saat ini pihak PT Chevron Pacific Indonesia masih mengkaji tingkat keekonomian proyek tersebut. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima pernyataan resmi dari CPI terkait dengan rencana pelepasan participating interest (PI) di proyek Indonesia Deep Water Development (IDD).

"Nah, kalau IDD ini tidak jalan-jalan kalau tidak ada yang ambil alih. Kalau ada yang mau PI ya, harus segera," katanya, Jumat (7/8/2020).

Menurut Dwi, dalam konsorsium di proyek IDD, terdapat perusahaan besar yang dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni yakni Eni.

Adapun, untuk mitra baru yang bakal melanjutkan proyek tersebut, harus memiliki pengalaman yang baik.

"Jadi, ya, regardless di luar kesepakatan kedua belah pihak dalam itu, salah satunya ENI memiliki posisi yang bagus untuk bisa melanjutkan. Kan mereka punya fasilitas. Bisa diintegrasikan juga kan. Investasi bisa ditekan juga kan. Keekonomian bisa lebih baik," ungkapnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial mengungkapkan bahwa CPI menarwakan PI proyek IDD kepada Eni.

Rencana pelepasan PI di Blok IDD, katanya, sejalan dengan hengkangnya Chevron dari Blok Rokan.

"Sekarang kan ditawarkan ENI kira-kira gitu. Ya, tidak tahu pokoknya mereka saling menawarkan diri, yang saya tahu Chevron tawarkan diri kita tunggu saja," jelasnya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Corporate Communication CPI Sonita Purnomo mengatakan bahwa pihaknya belum dapat membeberkan informasi terkait pelepasan PI proyek IDD.

Namun, perusahaan bersama dengan SKK Migas terus bekerja sama untuk membantu merealisasikan potensi proyek tersebut.

"Sesuai kebijakan, kami tidak dapat memberi informasi secara terperinci tentang negosiasi komersial," katanya kepada Bisnis, Jumat (7/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chevron skk migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top