Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warren Buffett Terjun ke Bisnis Infrastruktur Gas, Ada Dampak Bagi Indonesia?

Apakah hal tersebut menjadi sinyal baik dari maestro pasar modal itu untuk sektor tersebut sedang menarik untuk investasi di tengah pandemi saat ini terkhusus di Indonesia?
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  03:00 WIB
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini, investor asal Amerika Serikat, Warren Buffett mengucurkan investasinya di sektor energi, lebih spesifik pada bisnis infrastruktur atau midstream gas.

Apakah hal tersebut menjadi sinyal baik dari maestro pasar modal itu untuk sektor tersebut sedang menarik untuk investasi di tengah pandemi saat ini terkhusus di Indonesia?

Baru-baru ini, Berkshire Hathaway, perusahaan investasi Warren Buffett membeli seluruh pipa gas dan aset penyimpanan milik perusahaan listrik terbesar di Amerika Serikat yakni Dominion Energy Inc dengan nilai US$4 miliar.

Kesepakatan Dominion ditetapkan sebagai akuisisi Berkshire terbesar yang diberi peringkat berdasarkan nilai perusahaan sejak pembelian Precision Castparts Corp. pada 2016.

Kesepakatan itu akan memperluas jaringan energi Berkshire yang saat ini memiliki operasi di negara-negara termasuk Nevada dan Iowa.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi hulu migas, Tumbur Parlindungan berpendapat, langkah Warren Buffett membeli sistem pipa gas di Amerika Serikat dikarenakan pria berumur 90 tahun ini mengetahui secara pasti bahwa negeri Paman Sam itu sedang mengalami kondisi oversupply gas.

Kondisi itu diprediksi bakal berlangsung selama 25 tahun ke depan, sehingga merujuk kondisi itu, maka investasi di infrastuktur gas akan menjadi semakin menarik.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Indonesia justru berbanding terbalik dengan kondisi yang ada di AS.

Pasalnya, Tumbur menilai Indonesia tidak memiliki pasokan gas yang cukup dan juga tidak didukung oleh infrastruktur gas yang memadai untuk menyalurkannya.

Dia menambahkan, kondisi yang ada sekarang di Indonesia, minimnya kegiatan eksplorasi dalam kurun waktu 15 terakhir menyulitkan pembangunan sistem pipa.

"Masalah utama adalah pasokan gas untuk mendukung pembangunan infrastruktur," katanya kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar dalam unggahannya di media sosial Instagram pribadinya mengatakan, aksi korporasi yang dilakukan Warren Buffet menjadi bahan bahasan di internal PGN.

Menurut dia, aksi korporasi tersebut menjadi menarik untuk dibahas karena aset investasi yang dibeli oleh Warren Buffet sama seperti model bisnis PGN.

"Artinya apa? Bahwa sisi midstream gas bumi, sktor yang terus dikembangkan PGN memiliki prospek dan value yang tinggi di masa depan," ujar Arcandra seperti yang dikutip dalam unggahan instragram @arcandra.tahar, Rabu (5/8/2020).

Dari situ, lanjut Arcandra, penguatan infrastruktur, pembangunan storage gas bumi seperti yang telah dan akan dilakukan PGN akan menjadi aset menarik di masa depan.

Dia menambahkan, PGN memiliki potensi dan prospek yang besar untuk mendukung pemenuhan energi nasional yang bersih, ramah lingkungan, dan efisien.

Adapun, PGN memiliki jaringan distribusi dan transmisi gas lebih dari 10.000 km atau 90 persen dari total jaringan distribusi dan transmisi gas nasional.

"Sejalan dengan optimisme Buffet berinvestasi di midstream gas, PGN juga akan terus memperkuat posisinya dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur PGN gas bumi warren buffett
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top