Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Miris, 63 Persen Pengemudi Gojek Penghasilannya Anjlok Selama Covid-19

Peneliti Lembaga Demografi FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan bahwa sebanyak 63 persen pengemudi Gojek tersebut hampir tidak mendapatkan penghasilan. Kemudian, penghasilan yang berkurang dialami 36 persen pengemudi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  21:15 WIB
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\n\n
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap penghasilan para pengemudi Gojek selama Maret hingga April 2020.

Peneliti Lembaga Demografi FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan bahwa sebanyak 63 persen pengemudi Gojek tersebut hampir tidak mendapatkan penghasilan. Kemudian, penghasilan yang berkurang dialami 36 persen pengemudi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

"Kalau kami lihat selama pandemi [Covid-19] ini dampak terhadap UMKM [usaha mikro, kecil, dan menengah] di ekosistem Gojek dan pengemudi berat, karena terjadi pengurangan penghasilan," ujarnya diskusi daring, Senin (3/8).

Secara rinci, dia mengungkapkan bahwa 76 persen dari 8.249 mitra GoFood mengaku permintaan layanan pesan-antar makanan turun selama pandemi. Sementara itu, 20 persen lainnya merasa pendapatannya tetap, dan sisanya justru meningkat.

Di satu sisi, banyak dari mitra GoFood yang mengeluhkan kenaikan biaya penyediaan bahan baku produksi selama pandemi Covid-19. Selain itu, mereka yang mayoritas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kesulitan menjual dan mendapatkan modal.

“Lalu, 62 persen dari 1.142 mitra GoSend mengaku permintaan layanan turun, Untuk yang pendapatannya tetap tercatat 14 persen dan sisanya meningkat. Kemudian, 85 persen dari 126 mitra GoPay mengaku transaksi turun. Sebanyak 8 persen tetap dan sisanya meningkat,” tuturnya.

Alfindra pun mengungkapkan bahwa dari riset tersebut sebanyak 90 persen mitra pengemudi GoCar dan GoRide mengalami penurunan pendapatan atau transaksi.

Namun, 90 persen mitra tersebut tetap optimistis usahanya bakal kembali pulih. Oleh karena itu, mayoritas dari mereka berencana tetap bermitra dengan Gojek dalam jangka panjang.

"Mitra menyadari pandemi belum selesai dan terus berjalan. Tapi optimistis penghasilan akan kembali," tuturnya.

Meskipun begitu, Wakil Kepala Lembaga Demografi FEB UI Paksi Walandouw mengatakan bahwa 89 persen, mitra pengemudi mendapatkan bantuan sosial dari Gojek. Kemudian, 21 persen pengemudi juga mendapatkan bantuan sosial dari konsumen, dan lima persen dari sesama mitra.

"Bantuan sosial yang mengalir dari Gojek kepada mitra, dari konsumen ke mitra, bahkan antar mitra sangat dirasakan manfaatnya," tuturnya.

Paksi mengatakan bahwa walaupun mitra mengalami penurunan penghasilan, tetapi terjadi peningkatan sikap gotong royong. Hal ini tercermin dari 44 persen mitra pengemudi Gojek memberikan bantuan sosial kepada sesama.

"Pemberian bantuan yang paling banyak dilakukan adalah dengan memberikan langsung pada anggota keluarga dan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Selain itu, sebagian pengemudi juga memilih untuk memberikan bantuan. Hal tersebut dilakukan melalui komunitas pengemudi Gojek atau langsung pada sesama driver.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm Virus Corona Gojek
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top