Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Booking Antrean KRL Online Dinilai Bukan Solusi

Pengamat transportasi menilai booking antrean penumpang KRL belum bisa menjadi solusi bagi semua kalangan masyarakat karena perbedaan terhadap akses teknologi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  18:15 WIB
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan sistem pemesanan antrean secara daring bagi penumpang KRL dinilai tak cukup efektif mengurai kepadatan di stasiun utama dengan melihat karakteristik penumpang yang mayoritas merupakan pekerja kelas bawah.

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengatakan tak semua penumpang KRL menggunakan smartphone atau ponsel pintar dan masih banyak yang menggunakan ponsel atau telepon seluler biasa.

“Yang tidak memiliki smartphone atau data tentunya mereka golongan sosial yang kurang mampu makanya naik [KRL] Commuter Line yang murah,” jelasnya, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, Deddy menjelaskan jika penumpang ini nantinya tidak bisa naik KRL dan harus naik bus dari Bogor menuju Jakarta tarifnya menjadi mahal. Apalagi, untuk buruh harian hal ini memberatkan karena tarifnya tiga kali lipat dari KRL.

Penumpang bus umum, lanjutnya, juga mesti turun di terminal Kampung Rambutan dan tidak bisa langsung berada di tengah kota. Pengguna antrean daring tersebut dikhawatirkan hanya dari kalangan masyarakat mampu, bukan secara keseluruhan.

Saat ini PT Kereta Commuter Indonesia diketahui masih menguji coba sistem booking antrean stasiun secara daring.

VP Corporate Communication KCI Anne Purba mengatakan fitur booking antrian daring ini tersedia di aplikasi KRL Access terbaru yang dirilis pihak KCI di Play Store dan AppStore. Untuk melakukan booking, terlebih dahulu pengguna mengunduh dahulu aplikasi KRL Access terbaru.

Adapun caranya setelah mengunduh, penumpang dapat memilih stasiun keberangkatan. Setelah stasiun dipilih maka akan muncul pilihan jam keberangkatan serta ketersediaan antrian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl stasiun
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top