Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tiga Langkah Pulihkan Industri Pariwisata

Presiden Joko Widodo mengarahkan tiga poin dalam pengembangan pariwisata dan industri kreatif dalam masa tanggap darurat Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:18 WIB
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\n
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membeberkan tiga langkah penting untuk memulihkan industri pariwisata.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, menyampaikan Presiden Joko Widodo mengarahkan tiga poin dalam pengembangan pariwisata dan industri kreatif dalam masa tanggap darurat Covid-19.

Tiga langkah tersebut adalah program perlindungan sosial bagi pekerja pariwisata, relokasi angggaran Kemenparekraf untuk kegiatan padat karya, serta stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kerja yang dilakukan adalah memastikan skema penanganan dan bantuan konkirit supaya yang terdampak bisa cepat pulih. Kita mendorong skema stimulus diluncurkan segera. Kita sudah koordinasi dengan mekanisme perbankan, insentif pemerintah, sampai ke UMKM ini juga mencakup insentif swasta,” katanya dalam Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7/2020).

Dalam hal ini, Kemenpar perlu mempersiapkan tatanan normal baru untuk membangun kepercayaan diri sehingga minat pasar diharapkan bakal meningkat.

Selain soal protokol kesehatan, Frans menyebut aspek digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memacu industri pariwisata. Pemanfaatan platform digital sangat penting untuk memastikan implementasi jaga jarak saat pandemi Covid-19 terjaga dengan baik.

“Kita sudah adapatasi dengan digital, itu penting. Pariwisata bisa hightouch, sekarang paradoksnya yakni contactless jadi perlu ada penyesuaian,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top